Ribuan Orang Antar Jenazah Prof Muslim
Kepergian Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, menghadap Sang Khalik
Tak hanya Prof Muslim, keluarga almarhum seperti istrinya, juga sangat dekat dengan warga sekitar. "Kami juga tak habis pikir, cepat sekali beliau pergi. Kami sangat sedih, karena selama beliau tinggal di sini banyak sekali keuntungan bagi masyarakat kami, terutama dalam bidang agama," pungkasnya.
Pelaksanaan shalat jenazah Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA, di Masjid Nurul Huda, Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (13/12/2019) siang, berlangsung haru. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan kembali berdiri dalam shaf untuk melaksanakan shalat jenazah yang dipimpin anak almarhum, Muhammad Furqan.
Amatan Serambi, shalat jenazah di masjid tersebut dilaksanakan sesaat setelah Muhammad Furqan, tiba di rumah dari Jakarta. Saat ayahnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis (12/12/2019) sore, Muhammad Furqan sedang berada di Jakarta. Dia baru tiba di kediaman orang tuanya pada Jumat (13/12/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Sesampai di rumah, Furqan langsung menghampiri jenazah sang ayah yang sudah berada di ruang tamu dan kemudian ia mencium serta mendoakan keselamatan almarhum. Sebelum Muhammad Furqan tiba, para pelayat sudah melaksanakan shalat jenazah secara bergantian dengan jamaah yang berbeda-beda di rumah Prof Muslim.
Setelah sang anak dipertemukan dengan Prof Muslim, selanjutnya jenazah dibawa ke Masjid Nurul Huda, Gampong Limpok, untuk dishalatkan kembali. Sebelum itu, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menyampaikan tausiah perpisahan di depan para pelayat.
Tgk Faisal yang berbicara atas nama keluarga almarhum, MPU Aceh, insan akademik UIN Ar-Raniry, dan tokoh masyarakat Gampong Limpok, antara lain menyampaikan, masyarakat Aceh sedang berduka atas meninggalnya ulama Aceh dan merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan.
"Tentunya, semua kita merasa sangat kehilangan karena banyak sekali ilmu pengetahuan yang beliau bawa, mungkin tidak sempat kita warisi. Tapi, itulah ketentuan Allah yang harus kita terima," kata Tgk Faisal. Pada kesempatan itu, Tgk Faisal mengingat kembali kepada masyarakat agar memaafkan segala kesalahan Prof Muslim, baik yang disengaja maupun yang tidak. Begitu juga dengan masalah utang piutang.
"Kalau dalam pergaulan beliau ada kekhilafan dan kealpaan, dengan segala kerendahan hati kami dari pihak keluarga memohon maaf sebesar-besarnya. Apakah sudah dimaafkan, karena dengan pemaafan itu almarhum tidak ada masalah apapun lagi di sisi Allah," kata Tgk Faisal sebelum mengakhiri tausiahnya. (mas/jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-mengangkat-jenazah-ketua-mpu-aceh-prof-dr-tgk-h-muslim-ibrahim-ma.jpg)