Jurnalisme Warga
Meredupnya Pamor Giok di Nagan Raya
GIOK adalah salah satu jenis batu permata berwarna hijau yang di dalamnya terkandung banyak unsur mineral
Seluruh batu alam yang digunakan diambil dari kawasan hutan produksi di Desa Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Inilah yang membuat masyarakat Nagan makin bangga dengan adanya pembangunan masjid ini, karena material yang menyebabkan megahnya masjid ini berasal dari Nagan Raya sendiri. Tanpa ada campuran batu alam dari daerah lain.
Setelah rampung nanti masjid ini tentunya akan dijadikan sebagai sarana ibadah dan dapat pula digunakan untuk kegiatan keagamaan yang dilakukan dalam lingkup Pemkab Nagan Raya. Masjid ini juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Nagan Raya tercinta.
Masjid Giok ini diperkirakan akan rampung tahun 2020 mendatang. Insyaallah pada saat itu kita sudah dapat melihat keindahan dan kemegahan Masjid Giok saat mulai memasuki gerbang Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Saya yakin, dengan adanya masjid ini akan banyak masyarakat Nagan yang datang untuk beribadah di Masjid Agung Baitul A’la ini.
Namun, terlepas dari pembangunan Masjid Giok ini, pesona giok juga masih meredup sampai sekarang. Giok seakan tak pernah menjadi primadona di Nagan Raya. Popularitas giok seakan bagai sebuah cerita masa lalu yang lama-kelamaan hilang dan dilupakan oleh generasi berikutnya.
Entah apa yang menyebabkan eksistensi dan pamor giok meredup, apakah karena kualitas giok yang menurun atau giok hanya menjadi kesenangan sementara yang tidak bisa dijadikan investasi masa depan, seperti halnya logam mulia? Akankah pamor giok bangkit dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya seperti dulu lagi? (salciaatysaputri24@gmail.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salcia-atysa-putri-mahasiswi-fakultas-keguruan-dan-ilmu-pendidikan.jpg)