Kamis, 30 April 2026

KTT Kuala Lumpur

KTT Kuala Lumpur Dimulai, Berikut Pernyataan PM Malaysia, Presiden Iran, dan Emir Qatar

Mahathir, yang juga ketua KTT, mengatakan tujuan dari acara tahun ini adalah "bukan untuk membahas agama, tetapi keadaan di dunia Muslim".

Tayang:
Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/MURAT KULA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, berfoto bersama setelah pertemuan meja bundar bertajuk; 'Prioritas Pembangunan dan Tantangan' di Kuala Lumpur Summit, Malaysia, 19 Desember 2019. 

"Dunia Muslim menghadapi tantangan yang muncul di tingkat nasional dan internasional yang telah menghambat pembangunan dan kemajuan," kata Rouhani.

Dari mereka, krisis budaya dan identitas adalah di antara tantangan yang paling signifikan, katanya.

Upaya bersama untuk mengkompensasi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, bergerak menuju jaringan komunikasi nasional dan regional.

“Meningkatkan pangsa negara-negara Muslim dalam ekonomi digital merupakan peta jalan masa depan dalam memerangi krisis ini,” katanya.

Dia menyesali krisis dan kehancuran di Palestina, Suriah, dan Yaman.

Juga pergolakan di Irak, Lebanon, Libya, dan Afghanistan.

Menurutnya, ini adalah hasil dari kombinasi radikalisme domestik dan intervensi asing.

Pemimpin Iran mengkritik AS karena menggunakan sanksi ekonomi sebagai alat untuk memperpanjang hegemoni.

Dia mengatakan bahwa penciptaan mekanisme khusus untuk perbankan, kerja sama keuangan di antara umat Islam, dan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dan perdagangan bersama adalah kebutuhan saat ini.

Presiden Iran Hassan Rouhani: Bahas Program Nuklir dengan Amerika Serikat Tidak Ada Gunanya

Hassan Rouhani: Meski Dibom Amerika Serikat, Iran Tak Akan Menyerah

Emir Qatar Serukan Hubungan Atas Dasar Rasa Hormat Dan Kesetaraan

Mendesak dunia Muslim untuk bersatu, Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani menyerukan hubungan antar negara atas dasar rasa hormat dan kesetaraan.

Al Thani mengatakan bahwa dunia Muslim yang beragam harus mengabaikan perbedaan ras, nasional, dan sektarian dalam menangani masalah yang melibatkan kesejahteraan dan kedaulatan dunia Muslim.

"Kita bisa melihat pada hak asasi manusia dan keadilan dan menjadi toleran terhadap kepercayaan lain, bangsa lain, ras," katanya dalam pertemuan itu.

Dia mengatakan bahwa kerja sama antarnegara akan menguat ketika "kita menghindari campur tangan dalam urusan internal negara lain".

"Kami tidak dapat membuat penyelesaian, solusi jangka panjang jika tidak didasarkan pada keadilan dan ada banyak negara yang tidak memahami ini," kata Al Thani.

Qatar Siap Tampung Perawat dari Aceh

Anak Aceh di Tyco Qatar Company

Nova Dukung Pengiriman Tenaga Kesehatan Aceh ke Qatar, Gaji Rp 60 Juta, Cuti Sebulan Plus Biaya PP

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved