Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banda Aceh

PKS Minta Pemerintah Aceh Bersikap soal Penindasan Muslim Uighur oleh China

"Sikap politik ini penting untuk menunjukkan solidaritas Indonesia dan dunia terhadap Uighur. Aceh ikut terluka," kata Ghufran kepada Serambinews.com,

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ketua DPW PKS Aceh, Ghufran Zainal Abidin. 

"Sikap politik ini penting untuk menunjukkan solidaritas Indonesia dan dunia terhadap Uighur. Aceh ikut terluka," kata Ghufran kepada Serambinews.com, Jumat (20/12/2019).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum DPW Partai Kesatuan Sejahtera (PKS) Aceh, Ghufran Zainal Abidin meminta pemerintah Aceh, untuk mewakili Indonesia.

Agar bersikap mengutuk China, atas perlakuan kejinya kepada muslim Uighur.

"Sikap politik ini penting untuk menunjukkan solidaritas Indonesia dan dunia terhadap Uighur. Aceh ikut terluka," kata Ghufran kepada Serambinews.com, Jumat (20/12/2019).

Pernyataan Ghufran ini disampaikan, terkait semakin kencangnya reaksi internasional.

Atas China terhadap muslim di Uighur.

Disisi lain, kata Gufran, Presiden RI, Joko Widodo seperti tutup mata dan tidak bereaksi.

Tak Ada Dermaga Sandar, Kapal Cepat Milik Pemkab Aceh Singkil Lego Jangkar di Laut

Sebagaimana fungsinya sebagai kepala negara.

"Ini bukan saja sebagai reaksi sesaat, tapi kewajiban manusia untuk isu kemanusiaan. Uighur salah satu yang masih diperlakukan keji dan badan dunia belum bereaksi," kata Ghufran.

Padahal, menurutnya, kondisi jutaan muslim di sana diperlakukan sangat keji.

Seperti memisahkan anak-anak dari orang tuanya.

Selanjutnya, Ghufran menyatakan bahwa pemerintah Indonesia, masih minim respon.

Serta seolah terjebak kepada dikte China terkait investasi.

Anggota Komisi IV DPR RI Kunker ke Sabang, Serahkan Bantuan Senilai Rp 10 Miliar Lebih

"Secara perlahan kita seolah menyerahkan diri untuk dijajah secara kedaulatan. Untuk isu kemanusiaan saja kita tak berani bersuara menentangnya, apalagi berkoar menjadi negara besar," papar dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved