Breaking News:

Ungkap Misteri Kematian Hakim Jamaluddin, Polisi Sudah Periksa 38 Saksi

penyidik sudah memeriksa 38 orang saksi, termasuk istri dan anaknya, untuk mengusut misteri pembunuhan hakim Jamaluddin.

Istimewa Via Tribun Medan
Hakim PN Medan, Jamaluddin ditemukan tewas di areal kebun sawit warga di Dausun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Sampai hari ini terhitung 22 hari sudah berlalu, kasus kematian Hakim dan Humas PN Medan, Jamaluddin.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan sampai hari ini kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan.

Ia menyebut penyidik sudah memeriksa 38 orang saksi, termasuk istri dan anaknya, untuk mengusut misteri pembunuhan hakim Jamaluddin.

"Sampai hari ini sudah 38 orang saksi yang kita lakukan pemeriksaan," kata Tatan, Jumat (20/12/2019) siang.

"Sampai hari ini penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap kasus kematian Jamaluddin," sambungnya.

Dijelaskan Tatan, penyidik terus mendalami berbagai petunjuk. Seperti mendalami soal CCTV, apakah ada hal yang janggal sebelum kematian korban.

"Saat ini kita terus mendalami soal CCTV. Mohon doanya semoga kasus ini cepat terungkap," harap Tatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Ia ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved