Breaking News:

 KWPSI Gelar Tahlilan, Doa dan Tausyiah Untuk Mengenang Korban Gempa dan Tsunami Aceh

Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menggelar tahlilan, doa dan tausyiah untuk mengenang korban gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE/SERAMBINEWS.COM
Logo Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI). 

SERAMBINEWS.COM - Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menggelar tahlilan, doa dan tausyiah untuk mengenang korban gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Panitia Pelaksana Kegiatan, Tarmizi A Hamid kepada Serambinews.com mengatakan, acara malam renungan musibah gempa & tsunami Aceh akan digelar di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Kamis (26/12/2019) pukul 20.00 WIB sampai selesai.

Tarmizi A Hamid mengajak semua jamaah KWPSI dan segenap warga dan tokoh masyarakat untuk hadir. 

Guna tahlilan dan doa kepada para syuhada Jurnalis Aceh / keluarganya dan masyarakat korban Tsunami lainnya, dalam musibah Gempa & Tsunami pada 26 Desember 2004.

 Anak Ini Meninggal Dalam Pelukan Ibunya, Dikeroyok dan Ditusuk di Lokasi Pesta

Dikatakan Tarmizi A Hamid, acara ini juga akan diisi dengan tausyiah dengan tema 'Antara Hikmah dan Pelajaran' oleh Ustadz Gamal Akhyar, Lc, MA (Staf Pengajar Fak. Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry).

"Acara ini terbuka untuk umum. Kami mengajak semua pihak untuk meramaikan malam renungan musibah gempa & tsunami Aceh," ajak Tarmizi A Hamid, pengurus KWPSI yang Kolektor Naskah Kuno.

 Tarmizi A Hamid mengatakan, musibah gempa dan tsunami Aceh merupakan musibah sekaligus ujian bagi rakyat Aceh.

Petugas Pemadam Aceh Besar Tangkap Dua Ular Piton di Lhoong, Mangsa Ayam dan Bebek

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid yang juga Kolektor Naskah Kuno, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).
Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid yang juga Kolektor Naskah Kuno, mengamati batu nisan peninggalan kerajaan Islam yang saat ini tergusur oleh proyek IPAL di kawasan Gampong Pande - Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Musibah ini sekaligus membangkitkan solidaritas dunia dari berbagai lapisan masyarakat internasional yang membantu Aceh, dan daerah sekitar yang berdampak tsunami.

"Cukup banyak masyarakat dan jurnalis Aceh yang menjadi syuhada dalam musibah gempa dan Tsunami Aceh 2004.

Kami sebagai masyarakat yang selamat dari musibah ini tiada melupakan saudara-saudara kami yang telah pergi.

Karena kami selalu mengenang dan mengirim doa kepada mereka orang-orang tercinta yang telah pergi.

Oleh karena itu KWPSI setiap tahun akan terus melakukan kegiatan renungan musibah yang sangat besar ini," ujar Tarmizi A Hamid.(*)

Kepala BNPB Tegaskan Bencana Alam bukan Hukuman, Hadiri Peringatan Gempa dan Tsunami di Aceh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved