Senin, 27 April 2026

Berita Bireuen

Abrasi DAS Krueng Peusangan Kawasan Desa Kulu Kutablang Semakin Meluas, Begini Kondisinya

“Beberapa waktu lalu sudah pernah dipasang tanda bahaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Satu becak mesin beberapa waktu lalu sempat terperosok

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Ruas jalan Desa Kulu, Kutablang, Bireuen sebagian sudah amblas ke sungai karena abrasi sejak lima tahun terakhir. 

“Beberapa waktu lalu sudah pernah dipasang tanda bahaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Satu becak mesin beberapa waktu lalu sempat terperosok dan hampir jatuh ke sungai,” ujar seorang warga.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ruas jalan kabupaten mulai dari sebelah barat jembatan Krueng Tingkeum Kutablang Bireuen sejauh 500 meter ke arah selatan kawasan Desa Kulu semakin membahayakan pengendara.

Sebagian badan jalan sudah amblas.

Disebabkan abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, Bireuen.

“Jangan terlalu dekat, nanti badan jalan ambruk dan kita semua bisa jatuh ke sungai,” ujar Keuchik Desa Kulu, Dulliah kepada Serambinews.com, Jumat (27/12/2019).

Saat anggota komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud dan dan rombongan meninjau kawasan tersebut.

Amatan Serambinews.com, tebing jalan sebelah timur sudah tidak ada lagi.

Kapal Cepat Milik Pemkab Aceh Singkil Dikelola Pihak Ketiga, Tarif belum Ditetapkan

Sementara bagian bawah sudah kosong.

Digerus derasnya air sungai.

Selain itu, badan jalan yang tersisa 3 meter pada tempat tertentu.

Bahkan ada yang hanya 2 meter saja.

Juga sudah retak dan sedikit miring ke arah sungai.

“Beberapa waktu lalu sudah pernah dipasang tanda bahaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Satu becak mesin beberapa waktu lalu sempat terperosok dan hampir jatuh ke sungai,” ujar seorang warga.

Dulliah yang didampingi sejumlah warga lainnya menyampaikan, kondisi ruas jalan yang sudah amblas sudah lima kali terjadi sejak lima tahun.

Terakhir, tim dari dinas terkait melihat kondisi abrasi tersebut.

Namun, hingga sekarang belum tertangani.

“Pada tempat lainnya sudah ditangani dan dipasang beronjong penahan abrasi, namun di Desa Kulu belum
dilakukan,” ujarnya.

Kalapas Kelas 2 Bireuen Santuni Anak Yatim, Tgk Bukhari Ajak Napi Segera Bertaubat

Camat Kutablang Bireuen, Mukhsin S Ag mengatakan, selain jalan sudah ambruk dikhawatirkan meunasah desa setempat juga akan jatuh ke sungai.

Karena abrasi terus meluas mengerus DAS Krueng Peusangan.

Badan jalan yang sudah rusak dan amblas ke sungai sudah mencapai 500 meter lebih.

Mulai dari dekat jembatan Krueng Tingkeum sampai ke Desa Kulu.

Penyebab amblasnya badan jalan, selain derasnya air sungai setiap musim hujan juga belum ada beronjong penahan abrasi.

Cek Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan

Kehadiran HRD dan rombongan dari departemen terkait, hendaknya mempercepat penanganan
abrasi.

Dengan memasang beronjong dan memperbaiki badan jalan.

Camat, keuchik, serta masyarakat setempat berharap, penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Agar abrasi tidak meluas.

Serta tidak ada korban jatuh ke sungai.

“Kami khawatir apabila ada tamu atau warga luar Kutablang yang melintas ruas jalan tersebut, tidak mengetahui
kondisi jalan serta kurang hati-hati, akan mengalami musibah,” imbuh camat. (*)

Jalan Nasional di Alue Diwi Abdya Mulai Ditangani, Dikenal sebagai Kawasan Langganan Banjir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved