Ruko Terbakar di Aceh Utara

Masjid Taqarrub Pirak Timu yang Terbakar Sebelumnya Pernah Tersambar Petir dan Kena Tembakan GLM

Sebelum kejadian terbakar, kubah Masjid Taqarrub juga pernah rusak tersambar petir dan kena peluru GLM di masa konflik.

Masjid Taqarrub Pirak Timu yang Terbakar Sebelumnya Pernah Tersambar Petir dan Kena Tembakan GLM
Serambinews.com
WARGA membawa masuk kembali mimbar Masjid Taqarrub di Desa Alue Bungkoh Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara setelah kubah masjid itu terbakar, Sabtu (28/12/2019). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kubah Masjid Taqarrub di Desa Alue Bungkoh Kecamatan Pirak Timu Aceh Utara yang terbakar pada Sabtu (28/12/2019) ternyata sudah berumur 30 tahun lebih.

Kubah berkonstruksi kayu itu dibangun tahun 1980-an ketika masjid itu dibangun beton. Awalnya nama Masjid itu At-Taqarrub, tapi kemudian namanya diubah menjadi Taqarrub.

Sejak 2005 bilal masjid itu dipercayakan kepada Tgk M Basyah warga Desa Alue Bungkoh.

“Masjid itu pertama kali dibangun tahun 1953 dengan swadaya masyarakat. Warga di kawasan itu setiap kali panen menyumbang padi dan sebagian lagi menyumbang uang tunai,” ujar Tgk Basyah.

Ketika dibangun pertama kali bangunan masjid itu berkonstruksi kayu. Lalu tahun 1980-an, Panitia Pembangunan Masjid merehab bangunan masjid itu dengan beton dengan ukuran 15x17 meter, dan termasuk kubah. Namun, kubah yang dibangun saat itu masih berkontruksi kayu. “Seingat saya tahun 1980-an kubah itu dibangun dari kayu,” ujar Tgk Basyah.

Disebutkan, sebelum kejadian terbakar, kubah itu juga pernah rusak setelah tersambar petir.

Selain itu masa masa konflik juga pernah bolong terkena peluru pelontar jenis GLM. Namun, tidak meledak.

“Tidak ada tanda-tanda sebelum terbakar masjid tersebut dan tidak persoalan dengan semua aset masjid selama ini,” ujar Bilal Masjid Taqarrub.

Ketua Remaja Masjid Taqarub Musliadi kepada Serambinews.com juga menyebutkan, saat kubah masjid terbakar, Imam Besar Masjid tersebut sempat mengumandangkan azan dan menggunakan microphone.

Tapi, tiba-tiba suara azan tak terdengar lagi dari pengeras suara masjid, karena wayer penyambung di bagian kubah terbakar.

“Saat kejadian masjid terbakar tak ada lagi jamaah. Karena jamaah subuh sudah pulang, apalagi kejadian tersebut sudah pagi,” ujar Musliadi.

Amatan Serambinews.com, mimbar masjid yang sempat diselamatkan saat kejadian kebakaran, pada sorenya sudah dibawa masuk kembali oleh warga.

Begitu juga dengan rak untuk menyimpan Alquran sudah dibawa masuk kembali. Barang elektronik lainnya yang sempat diselamatkan yaitu kipas angin dan AC.(*)

Deretan Kekayaan Mantan Dirut Jiwasraya, Tiga Harley Davidson, Mobil Lexus, Mercy dan Alphard

Surya Firdaus, Perwakilan Aceh Pertama di MasterCheff Indonesia, Masak Kari Aceh dan Salak Plik U

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Boyong 3 Staf Pelatih dari Korea Selatan, Ini Profilnya

Pemerintah Aceh Larang Pengajian Selain Iktikad Ahlussunnah Waljamaah Mazhab Syafiiyah

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved