Rakorwil DPW PKS Aceh

PKS Sebut Pemerintah Indonesia Terlambat dalam Membela Muslim Uighur

PKS meminta Pemerintah Indonesia lebih proaktif melakukan diplomasi dan advokasi untuk membela nasib muslim Uighur di China.

PKS Sebut Pemerintah Indonesia Terlambat dalam Membela Muslim Uighur
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali menyambut Sekjen DPP PKS, Mustafa Kamal dan Ketua DPW PKS Ghufran Zainal Abidin di Kantor Serambi Indonesia, Sabtu (28/12/2019). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Pemerintah Indonesia lebih proaktif melakukan diplomasi dan advokasi untuk membela nasib muslim Uighur di China.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia menurut PKS tidak boleh diam dan harus terus melakukan upaya diplomatik untuk menghentikan pelanggaran kemanusiaan terhadap muslim Uighur.

Hal itu dikatakan oleh Sekjen DPP PKS, Mustafa Kamal saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (28/12/2019).

Menurutnya, jika pun di Uighur penduduknya bukan muslim, Indonesia tetap harus bersuara agar pelanggaran HAM di sana tak terjadi lagi.

"Pemerintah Indonesia harus membela muslim Uighur, ini masalah kemanusiaan yang kebetulan masyarakat di sana adalah muslim. Jika pun bukan muslim, kita tetap harus melakukan upaya-upaya bahwa tidak boleh ada pelanggaran HAM, harus ada kepedulian dari pemerintah kita," katanya.

Kedatangan Mustafa Kamal ke Aceh guna menghadiri acara Rakorwil PKS Aceh yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Aceh di gedung Amel Convention Hall.

Didampingi Ketua DPW PKS Aceh, Ghufran Zainal Abidin, Mustafa Kamal beserta rombongan disambut oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali.

Sejumlah pengurus DPW dan wilayah Sumbagut, serta dua anggota DPR Aceh dari Fraksi PKS, Bardan Sahidi dan dr Purnama Setia Budi SpOG atau yang akrab disapa dokter Pur juga ikut serta dalam rombongan.

Terhadap isu pelanggaran HAM yang terus terjadi terhadap muslim Uighur di China saat ini, PKS sepertinya tetap teguh menguatkan posisi mereka, baik di dalam maupun ke luar negeri.

PKS akan terus mengadvokasi dan membela muslim Uighur di China.

Namun, suara yang dilantangkan oleh PKS melalui parlemen menurut Mustafa Kamal tidak cukup, perlu aksi meyakinkan pemerintah, sama seperti yang dilakukan kepada Rohingya dan Palestina.

Bahkan, katanya, Pemerintah Indonesia terlambat dalam upaya membela muslim Uighur di China.

"Kita harus bantu pemerintah untuk bisa memperteguh posisinya. Sekarang negara-negara lain sepertinya sudah lebih peduli dari kita. Ini keterlambatan Indonesia, kita juga ingin kepentingan kedaulatan China tidak terganggu, tapi juga masalah kemanusiaan juga tidak boleh terjadi," demikian Mustafa Kamal.(*)

Abdullah Puteh: Istana Karang Berpotensi Serap Wisatawan

RSUZA Akan Miliki Pusat Pengobatan Kanker, Pembangunan Gedung Onkologi Center Segera Dilanjutkan

Inilah Sosok Pemain Terpenting untuk FC Barcelona, Bukan Lionel Messi

Hati-hati, Jalan Ujong Fatihah di Nagan Raya Amblas

Penulis: Subur Dani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved