Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bireuen

Direncanakan Tahun Ini, Pembangunan Jaringan Irigasi Mon Seuke Pulot Dimulai

Tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km dengan lebar rata-rata 16 meter.

Tayang:
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN
Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi, secara simbolis menyerahkan dana ganti rugi tanah masyarakat yang terkena pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Senin (30/12/2019). 

Tambah Mawardi, setelah pembayaran ganti rugi selesai, tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km, dengan lebar rata-rata 16 meter. Meskipun panjang, lebar, atau luasnya bervariasi.

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pemerintah Aceh mulai membayar ganti rugi tanah milik masyarakat.

Untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen.

Jumlah anggaran untuk ganti rugi tanah masyarakat itu mencapai Rp 27,17 Miliar.

Anggaran sebesar itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2019.

Penandatanganan tanda penerimaan dana ganti rugi tanah tersebut, berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen, Senin (30/12/2019).

Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi mengatakan, anggaran untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot direncanakan dibangun tahun 2020.

Uang Ganti Rugi Tanah Irigasi Mon Seuke Pulot Bireuen Capai Rp 27,17 Miliar

Kemungkinan lebih besar dari biaya pembebasan lahan.

Kata Mawardi, dengan adanya pembangunan jaringan irigasi ini, nantinya ratusan hektar sawah tadah hujan di beberapa kecamatan di Bireuen, sudah bisa menggarap sawahnya dengan baik.

"Ada mekanisme dalam pembayaran ganti rugi lahan untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot, jangan sampai terjadi masalah dikemudian hari, karena akan berhadapan dengan aparat penegak hukum," tegas Mawardi.

Intinya tegas Mawardi, permasalahan hari ini adalah penyelesain ganti rugi tanah masyarakat harus segera  diselesaikan.

Setelah itu, kalau ganti rugi tanah sudah selesai seluruhnya, rencananya tahun ini pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot akan dimulai.

"Alhamdulillah sudah beberapa tahap dilakukan pertemuan dengan masyarakat dan dapat berjalan dengan lancar," jelas Mawardi.

Tabrak Pagar Tembok Rumah Warga Samalanga Bireuen, Seorang Warga Bandar Dua Pidie Jaya Meninggal

Tambah Mawardi, setelah pembayaran ganti rugi selesai, tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved