Berita Bireuen
Direncanakan Tahun Ini, Pembangunan Jaringan Irigasi Mon Seuke Pulot Dimulai
Tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km dengan lebar rata-rata 16 meter.
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Nurul Hayati
Tambah Mawardi, setelah pembayaran ganti rugi selesai, tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km, dengan lebar rata-rata 16 meter. Meskipun panjang, lebar, atau luasnya bervariasi.
Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pemerintah Aceh mulai membayar ganti rugi tanah milik masyarakat.
Untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen.
Jumlah anggaran untuk ganti rugi tanah masyarakat itu mencapai Rp 27,17 Miliar.
Anggaran sebesar itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2019.
Penandatanganan tanda penerimaan dana ganti rugi tanah tersebut, berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen, Senin (30/12/2019).
Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi mengatakan, anggaran untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot direncanakan dibangun tahun 2020.
• Uang Ganti Rugi Tanah Irigasi Mon Seuke Pulot Bireuen Capai Rp 27,17 Miliar
Kemungkinan lebih besar dari biaya pembebasan lahan.
Kata Mawardi, dengan adanya pembangunan jaringan irigasi ini, nantinya ratusan hektar sawah tadah hujan di beberapa kecamatan di Bireuen, sudah bisa menggarap sawahnya dengan baik.
"Ada mekanisme dalam pembayaran ganti rugi lahan untuk pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot, jangan sampai terjadi masalah dikemudian hari, karena akan berhadapan dengan aparat penegak hukum," tegas Mawardi.
Intinya tegas Mawardi, permasalahan hari ini adalah penyelesain ganti rugi tanah masyarakat harus segera diselesaikan.
Setelah itu, kalau ganti rugi tanah sudah selesai seluruhnya, rencananya tahun ini pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot akan dimulai.
"Alhamdulillah sudah beberapa tahap dilakukan pertemuan dengan masyarakat dan dapat berjalan dengan lancar," jelas Mawardi.
• Tabrak Pagar Tembok Rumah Warga Samalanga Bireuen, Seorang Warga Bandar Dua Pidie Jaya Meninggal
Tambah Mawardi, setelah pembayaran ganti rugi selesai, tahun 2020 akan dimulai dilakukan pembangunan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot yang mencapai 12,5 Km.
Dengan lebar rata-rata 16 meter.
Meskipun panjang, lebar atau luasnya bervariasi.
Sementara itu, Camat Peusangan Siblah Krueng, Darmadi menambahkan, ganti rugi lahan jaringan irigasi Mon Seuke Pulot itu, meliputi tujuh desa.
Yaitu Desa Pante Karya, Alue Geulumpang, Alue Iet, Awe Geutah, Alue Kupula, Dayah Baroe, dan Leung Daneun.
"Kita harapkan setelah ganti rugi lahan ini selesai, pembangunan jaringan irigasi harus segera dilakukan. Agar petani dapat menggarap sawahnya dengan baik," harap Darmadi. (*)
• Kemenag Pidie Gelar Jalan Santai, HAB ke 74, Ini Hadiah Disediakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/uang-ganti-rugi-tanah-irigasi.jpg)