Wartawan Diancam Tembak

PWI Nagan Raya Kecam Pelaku Teror dan Ancaman Tembak Wartawan

PWI Nagan Raya meminta Polda Aceh dan Polres Aceh Barat memberi perhatian khusus untuk kasus teror dan ancaman tembak wartawan yang terjadi di Meulabo

PWI Nagan Raya Kecam Pelaku Teror dan Ancaman Tembak Wartawan
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Ibrahim Ista 

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nagan Raya mengecam pelaku dugaan teror dan ancam tembak wartawan di Meulaboh, Aceh Barat pada Minggu (5/1/2020) dini hari.

Ketua Balai PWI Nagan Raya, Ibrahim Istra dalam pers rilis kepada Serambinews.com, Senin (6/1/2020) mengatakan, siapapun pelaku dan aktor di balik kasus teror dan ancam tembak wartawan di Meulaboh harus diproses hukum karena bagaimanapun kekerasan terhadap pers harus dihapuskan.

Bupati Aceh Selatan Resmikan Rumah Tahfiz Quran, Selesai Hafal 20 Juz Akan Diberangkatkan Umrah

HRD Menyerap Aspirasi Warga Nahdliyin Lhokseumawe

"Pers bekerja dilindungi undang-undang dan apabila ada kesalahan dalam melaksanakan tugas profesi di lapangan dan yang merasa dirugikan bisa menempuh banyak cara, tapi kalau dilakukan dengan teror dan ancam tembak wartawan, ini bentuk pidana," katanya.

PWI Nagan Raya meminta Polda Aceh dan Polres Aceh Barat memberi perhatian khusus untuk kasus teror dan ancaman tembak wartawan yang terjadi di Meulaboh dan meminta pelaku segera ditangkap dan diadili serta dihukum.

Ia menjelaskan, pers punya kewenangan untuk mencari, mengelola, dan menyebarluaskan informasi serta apapun permasalahannya, pers dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugasnya.

"UU Nomor 40 tahun 1999 telah menjamin kebebasan pers dalam melaksanakan tugasnya. Kita tidak bantah, setiap insan pers diikat dengan kode etik. Misalnya ada wartawan yang melanggar kemudian ada yang merasa dirugikan, bisa menempuh banyak cara. misalnya melakukan hak bantah, dan sebagainya yang sesuai dengan prosesurnya," katanya.

VIDEO - Terkait Ganti RUgi Lahan, Masyarakat Gelar Orasi dan Doa di Lokasi Proyek Waduk Rukoh Pidie

HEBOH - Pria Asal Indonesia Perkosa Ratusan Lelaki di Inggris, Rekam Aksinya dan Ditangkap Polisi

Tujuh Kapolsek di Jajaran Polresta Banda Aceh Dimutasi, Ini Para Penggantinya

PWI menyayangkan, tekanan psikologis yang dialami Aidil Firmansyah, wartawan Tabloid MODUS ACEH dan portal berita MODUSACEH.CO, liputan Aceh Barat dan Nagan Raya.

Aidil mengalami teror dan ancaman pisik, usai mewartakan masalah penghadangan angkutan tiang oleh warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisi, Nagan Raya.

"Selain menindak dan menghukum pelaku, tentu kita juga berharap Kepolisian mengusut kasus tersebut sampai tuntas," katanya.

Ibrahim mengatakan, kasus tersebut agar bisa jadi pelajaran bagi semua pihak khususnya perusahaan investasi dimanapun berada khususnya di Aceh.

"Perusahaan tolong jangan menggunakan cara-cara brutal dan melakukan kekerasan terhadap pers. Bila ada wartawan katakanlah yang bekerja di luar tugas jurnalistik, silahkan tempuh dengan cara dan aturan yang ada, bukan dengan melakukan teror dan ancam tembak wartawan,"' demikian Ketua PWI Nagan Raya.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved