Breaking News:

Ribuan Orang Sambut Jenazah Sang Jenderal  

KONVOI panjang menyambut kedatangan jenazah Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang diterbangkan dari Baghdad, Irak, ke Kota Ahvaz, Iran

Editor: hasyim
IST
Seorang demonstran memegang poster dalam aksi protes menentang perang di Irak dan Iran di depan Gedung Putih, Washinton, DC, Sabtu (4/1/2020). Demonstrasi terjadi di beberapa kota di AS sebagai protes warga Amerika atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat dari serangan udara AS yang menewaskan seorang jenderal Iran pekan lalu. AFP/GETTY IMAGES/Alex Edelman 

KONVOI panjang menyambut kedatangan jenazah Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang diterbangkan dari Baghdad, Irak, ke Kota Ahvaz, Iran, Minggu (5/1/2020). Kantor berita IRIB mengunggah video peti jenazah yang dibungkus dengan bendera Iran sedang diturunkan dari pesawat.

Ribuan pelayat berpakaian hitam melakukan konvoi di Ahvaz, kota di barat daya Iran. Sehari sebelumnya jenazah Qasem diarak di Kota Baghdad. Saat jenazah Qasem diturunkan dari pesawat, massa berkali-kali berteriak marah, "Matilah Amerika!" Korps musik militer ikut dilibatkan dalam penyambutan jenazah Komandan Quds (pasukan elite di Garda Revolusi Iran) tersebut.

Setelah kematian Qassem pada Jumat (3/1/2020), banyak warga Iran turun ke jalan untuk menunjukkan duka cita. Qasem Soleimani dianggap sebagai tokoh terkuat kedua di negara itu setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Qassem sempat lolos dari banyak upaya pembunuhan sebelumnya. Namun pada Jumat dini hari itu ia tak bisa lolos dari serangan rudal yang dilepaskan pesawat tak berawak (drone) militer AS. Ia tiba di Bandara Internasional Baghdad setelah melakukan penerbangan dari Suriah, negara sekutu Iran.

Sebanyak dua mobil SUV Toyota melaju ke landasan. Qassem disambut oleh Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Milisi pro-Iran di Irak. Kedua pria itu berada dalam satu mobil, sedangkan mobil lain ditumpangi para pengawal. Beberapa saat kemudian, ketika mobil-mobil itu melewati area kargo di jalan akses keluar dari bandara, mendadak dihantam sejumlah rudal. Rekaman CCTV hitam dan putih menunjukkan ledakan besar yang langsung menghancurkan dua mobil itu.

Media pemerintah Iran mengatakan sepuluh orang tewas dalam serangan itu, termasuk empat pembantu senior militer Iran, empat pemimpin milisi Irak, dan al-Muhandis. Komandan milisi lokal, Abu Muntather al-Hussaini, mengatakan dua rudal menghantam mobil yang membawa Soleimani dan al-Muhandis. Sedangkan mobil kedua dihantam satu rudal. Drone yang mengintai mereka dikirim dari markas Komando Pusat AS di Qatar.

Dikemudikan dari jarak sangat jauh oleh dua awak, drone itu dapat melakukan serangan secara presisi dan mengirim gambar serangan kepada para komandan. Drone Reaper  itu membawa empat rudal Hellfire R9X Ninja yang dipandu laser dan mampu menghancurkan sebuah tank.

Reaper mampu terbang tanpa suara sehingga korban sulit mengetahui keberadaannya.  The New York Times melaporkan Pentagon (Departemen Pertahanan AS) menggunakan informasi sangat rahasia dari informan, penyadapan elektronik, pesawat pengintai, dan teknik pengawasan lainnya untuk melacak pergerakan Qassem.

Tahun lalu, Iran mengatakan pihaknya menggagalkan upaya pembunuhan terhadap Qasem oleh mata-mata Israel dan Arab. Mereka membeli properti di sebelah masjid yang dibangun oleh ayah Soleimani di kota Kerman. Kemudian mereka menggali terowongan dan menanam bahan peledak. Para pembunuh berharap bom meledak saat Qasem menghadiri satu acara keagamaan di masjid itu. Namun, ternyata bom tersebut tidak meledak. (dailymail/rtr/feb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved