Luar Negeri
Benarkah Bendera Merah Pertama Kali Berkibar di Iran dan Isyarat Perang atas Terbunuhnya Soleimani?
Tak lama setelah itu, Iran mengibarkan sebuah bendera merah di Masjid Jamkaran, Kota Suci Syiah, Qom.
"Karena kesyahidan (...) Jenderal Qasem Soleimani dan rekannya (...) kami mengibarkan bendera ini sehingga semua penganut (Syiah) di dunia dan semua pejuang kemerdekaan berkumpul di bendera ini untuk membalas darah Qasem Soleimani yang ditumpahkan secara tidak adil," kata Abadi kepada AFP.
Bendera tersebut menggunakan tulisan Arab yang berbunyi "Ya la-Tharat al-Hussein" yang artinya "O kamu pembalas Hussein".
Sebagai cucu Muhammad, Hussein adalah salah satu tokoh Islam Syiah yang paling dihormati karena sifatnya yang adil.
Hussein terbunuh pada tahun 680 saat pertempuran Karbala, Irak, oleh pasukan khalifah Yazid.
Kesimpulan
Bendera merah beberapa kali dikibarkan selama 10 hari di Bulan Muharam, atau bulan berkabung sebagai sebuah prosesi keagamaan.
Meskipun ini dikibarkan di luar Bulan Muharam, tetapi bendera ini bukan pertama kalinya berkibar di Iran.
Arti pengibaran bendera merah
Melansir dari The Times of India, bendera merah Iran ini berarti panggilan untuk melakukan pembalasan terhadap kematian Soleimani yang tewas karena serangan Amerika Serikat di Baghdad.
Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang tumpah secara tidak adil dan sebagai panggilan untuk membalas seseorang yang terbunuh.
Bendera merah, konon dikibarkan di tempat suci Imam Hussain di Karbala setelah kematiannya dalam Pertempuran Karbala (680 M).
Bendera tersebut belum diturunkan sampai sekarang.
Sejalan dengan tradisi Syiah, bendera itu hanya akan diturunkan begitu kematian Imam Hussain dibalas.
Sementara saat ini, pengibaran bendera merah menggarisbawahi keseriusan seruan Iran untuk membalas kematian Kepala Pasukan Elit Quds, Qasem Soleimani.
Pejabat Iran: Tanggapannya adalah Militer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bendera-merah-telah-berkibar-di-iran.jpg)