Kisruh di DPRA Makin Panas,  Fraksi Non-KAB Boikot Rapat Bahas Masalah AKD  

Kisruh di DPRA terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD) semakin memanas. Setelah sebelumnya rapat penetapan AKD berakhir

Kisruh di DPRA Makin Panas,  Fraksi Non-KAB Boikot Rapat Bahas Masalah AKD   
Hand-over kiriman warga.
Rapat paripurna penetapan AKD ricuh, Selasa (31/12/2019) 

BANDA ACEH - Kisruh di DPRA terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD) semakin memanas. Setelah sebelumnya rapat penetapan AKD berakhir dengan kericuhan, kali ini empat dari sembilan fraksi memboikot rapat yang diagendakan Ketua DPRA, Senin (6/1/2020) pagi kemarin.

Keempat fraksi itu adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PPP, dan Fraksi PKB-PDA. Keempat fraksi ini tidak bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) jilid II pimpinan Muzakir Manaf alias Mualem.

Berbeda dengan fraksi-fraksi yang partainya tergabung dari Koalisi KAB Jilid II, dimana semuanya hadir. Seperti Ketua Fraksi Partai Aceh, Tarmizi, Ketua Fraksi PNA, Safrizal alias Gam-Gam, Ketua Fraksi PAN Muchlis Zulkifli, Ketua Fraksi Partai Gerindra Abdurrahman Ahmad, dan Ketua Fraksi PKS Zaenal Abidin.

Akibat ketidakhadiran keempat fraksi tersebut, rapat kemarin batal terlaksana. Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, saat dikonfirmasi mengatakan, rapat seharusnya dimulai pada pukul 09.30. Namun karena ada empat fraksi yang tidak hadir, rapat ditunda ke Selasa (7/1/2020) hari ini.

"Iya tadi ada rapat. Hasilnya, selain mencari solusi (atas kisruh kemarin) juga menjadwalkan ulang rapat paripurna AKD yang terskor kemarin," katanya.

Rapat kemarin dipimpin sendiri oleh Dahlan, karena tiga wakil ketua DPRA lainnya, yaitu Dalimi dari Partai Demokrat, Hendra Budian dari Golkar, dan Safaruddin dari Gerindra tidak hadir. Khusus Safaruddin, saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan Dalimi dan Hendra Budian menurut informasi tidak diundang dalam rapat.

Hal ini lah yang membuat suasana menjadi semakin panas. Informasi yang diperoleh Serambi, Dahlan tidak berkoordinasi dengan Dalimi dan Hendra Budian saat membuat agenda rapat dengan para ketua fraksi. Dahlan disebut-sebut hanya berkoordinasi dengan Safaruddin, sehingga muncul dugaan koordinasi itu tidak dilakukan karena Damili berasal dari Partai Demokrat dan Hendra Budian berasal dari Partai Golkar.

"Fraksi PPP tidak ikut rapat karena saat penjadwalan rapat pimpinan dengan ketua fraksi, oleh pimpinan DPRA tidak mengkomunikasikan dengan seluruh pimpinan DPRA," kata Ketua Fraksi PPP, H Ihsanuddin MZ SE MM saat dikonfirmasi Serambi, Senin (6/1/2010).

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Demokrat HT Ibrahim, Ketua Fraksi Golkar Ali Basrah, dan Fraksi PKB-PDA Tgk H Syarifuddin. Ibrahim mengatakan, salah satu alasan pihaknya tidak hadir karena rapat dengan para pimpinan fraksi itu tidak didahului oleh rapat pimpinan DPRA.

"Pimpinan itu kolektif kolegial, tapi tidak dirapatkan dengan pimpinan. Kemudian rapat ini membahas masalah hari itu (yang ricuh), ini masih panas, sementara pimpinan tidak dilibatkan, kan tidak benar itu. Ini ingin mengambilalih sebelah pihak, nggak boleh seperti itu, kami dari Demokrat tidak haus kekuasaan, kami hanya perlu kedamaian dan kebersamaan," pungkasnya.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved