Video

VIDEO - Menlu Iran: AS Akan Tanggung Akibat Atas Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani

Ucapan Zarif datang setelah Amerika Serikat melarang masuk Javad Zarif ke negara mereka untuk mencegah Menlu Iran itu datang ke PBB.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan AS akan menerima tanggapan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Ucapan Zarif datang setelah Amerika Serikat melarang masuk Javad Zarif ke negara mereka.

Hal ini untuk mencegah Menlu Iran itu datang ke PBB dan berbicara mengenai pembunuhan jenderal top Iran itu.

"AS akan menerima respons cepat atau lambat dari Timur ke Barat atas serangan terornya. Kehadiran AS yang berbahaya di Afrika Barat akan segera berakhir," kata Zarif kepada wartawan di Teheran.

Sebelumnya pada hari itu, majalah Kebijakan Luar Negeri mengatakan, pada Kamis lalu, Zarif meminta visa "beberapa minggu lalu" untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Tapi permohonan itu ditolak.

Penolakan itu merupakan pelanggaran terhadap syarat-syarat perjanjian markas besar PBB tahun 1947 yang mengharuskan AS mengizinkan pejabat asing masuk ke negara itu untuk melakukan bisnis PBB, kata publikasi berita Amerika.

Zarif mengklaim bahwa AS tidak memberikan keamanan di wilayah tersebut dengan mengatakan: "Pertama, kita harus tahu bahwa Amerika tidak memberikan keamanan bagi kita. Amerika tidak memberikan manfaat dan keamanan kepada negara mana pun di kawasan itu.

Berikan satu contoh, ke negara mana di wilayah Amerika memberikan keamanan?" dia menambahkan.

Langkah yang dilaporkan itu terjadi di tengah ketegangan yang memanas antara Washington dan Teheran setelah AS membunuh Qassem Soleimani, komandan Pasukan elit Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran, dalam serangan pesawat tak berawak di ibukota Irak, Baghdad.

Kematian Soleimani menandai peningkatan dramatis dalam ketegangan antara AS dan Iran, yang sering berada di puncaknya sejak Trump memilih pada tahun 2018 untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015 yang dibuat oleh kekuatan-kekuatan dunia yang dihancurkan oleh Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan tertinggi negara itu pada Soleimani tahun lalu, bersumpah "pembalasan parah" dalam menanggapi pembunuhannya.

Pentagon menuduh Soleimani merencanakan serangan terhadap kedutaan AS minggu lalu dan berencana untuk melakukan serangan tambahan terhadap diplomat dan anggota layanan AS di Irak dan wilayah yang menurut para pejabat akan mengakibatkan hilangnya ratusan nyawa.

Pemerintahan Trump belum membuat publik intelijen yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembunuhan Soleimani.

Sumber: Anadolu Agency
Kameramen: Eisa Mohammadi
Editor: Hari Mahardhika

Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved