Berita Nagan Raya
Sempat Dihadang Warga, Pengangkutan Tiang Pancang PLTU di Nagan Raya Kini Kembali Lancar
Pengangkutan material milik PLTU 3-4 di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya kembali berjalan normal.
Penulis: Rizwan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Sempat Dihadang Warga, Pengangkutan Tiang Pancang PLTU di Nagan Raya Kini Kembali Lancar
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Pengangkutan material milik PLTU 3-4 di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya kembali berjalan normal.
Material tiang pancang yang diangkut dengan truk trado sebelumnya sempat terganggu karena aksi sejumlah penduduk di desa setempat.
Amatan Serambinews.com, Minggu (12/1/2020), truk trado yang membawa tiang pancang beberapa hari terakhir sudah bekerja seperti biasa.
Tiang pancang untuk pembangunan proyek PLTU 3-4 yang berdampingan dengan PLTU 1-2 itu dibawa dari Pelabuhan Calang, Aceh Jaya.
Sumber Serambinews.com menjelaskan, warga dan pihak perusahaan sudah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan.
Proyek PLTU 3-4 merupakan perusahaan swasta dalam rangka memaksimalkan penyediaan listrik ke depan di Aceh dan Sumut.
• Sidang PN Nagan - Ada Pesan Sayang dan Peluk Dalam HP Istrinya, Hasbi Bunuh Wakidi Dengan Parang
• VIDEO - Begini Kondisi Rumah Semasa Kecil Almarhum Hakim Jamaluddin di Nigan, Nagan Raya
• Zuraida Hanum Istri Hakim Jamaluddin Ditangkap Bersamaan Kenduri 40 Hari Meninggal Suaminya di Nagan
• VIDEO - Warga Hadang Trado Muatan Tiang Pancang PLTU 3-4 di Nagan Raya
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pemuda Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Sabtu (4/1/2020) menghadang mobil trado yang membawa material proyek PLTU 3-4.
Informasi diperoleh Serambinews.com, penghadangan oleh sejumlah pemuda dilancarkan, Sabtu (4/1/2020) mulai pukul 02.00 WIB.
Penghadangan dilakukan saat trado yang membawa tiang pancang dari Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya memasuki kompleks PLTU 3-4 di Suak Puntong Nagan Raya.
Dampak penyetopan, trado yang berjumlah 9 unit itu hingga pukul 13.00 WIB masih parkir di jalan dan belum bisa dibongkar di kompleks PLTU.
PLTU 3-4 merupakan milik perusahaan swasta yang dibangun berdekatan dengan PLTU 1-2 milik PLN.
Sejumlah pemuda yang melancarkan aksi penghadangan masih berkumpul di kantor keuchik Suak Puntong.
Muhammadin, salah seorang pemuda dari pemuda Suak Puntong mengatakan, aksi penghadangan itu dilancarkan untuk menuntut kejelasan terkait distribusi untuk desa yang tidak direalisasikan yakni Rp 100 ribu per truk.
"Kami sudah tanyakan kepada dua perusahaan yang membongkar dan pengakutan. Mereka membola-bolai kami," kata Muhammadin alias Madi.
Dikatakannya, masyarakat sangat mendukung pembangunan PLTU, tetapi tidak mengorbankan hak-hak masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trado-membawa-tiang-pancang-dihadang-di-suak-puntong-nagan-raya-sabtu-412020.jpg)