Minggu, 26 April 2026

Gadis Aceh Hilang di Malaysia

Ketua YARA Minta Polda Usut Kasus Gadis Aceh Utara Diduga Korban Human Trafficking di Malaysia

Safaruddin menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Senin (13/1/2020) disela-sela mendampingi Nurdin (70) ayah Syafridawati, membuat laporan

Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ketua YARA, Safaruddin mendampingi Nurdin, ayah Syafridawati membuat laporan polisi di Polda Aceh, Senin (13/1/2020). 

Safaruddin menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Senin (13/1/2020) disela-sela mendampingi Nurdin (70) ayah Syafridawati, membuat laporan ke Polda Aceh, Senin (13/1/2020).

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin meminta Polda Aceh mengusut kasus dugaan perdagangan manusia (human trafficking) atas korban Syafridawati. 

Safaruddin menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Senin (13/1/2020) disela-sela mendampingi Nurdin (70) ayah Syafridawati, membuat laporan ke Polda Aceh, Senin (13/1/2020).

Syafridawati adalah gadis asal Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang  menghilang di Malaysia.

Didampingi YARA, Nurdin membuat laporan atas namanya dengan nomor STTLP/17/I/YAN.2.5/2020 SPKT.

Laporan itu diterima oleh Brigadir Aulia Syukur di bagian SPKT Polda Aceh.

Ia melapor Mutia yang juga warga di desanya.

Tolak Berhubungan Badan, Suami Kejar Istri Siri, Jatuh di Sawah Langsung Dibacok Berkali-kali

Ini Jumlah Dana yang Sudah Digunakan untuk Pembangunan Gedung DPRK Aceh Utara di Lhoksukon

Mutia orang yang membujuk Syafridawati untuk berangkat ke Malaysia pada 2015 lalu.

Namun sayang, kini Syafridawati tak diketahui rimbannya.

Gadis kelahiran 25 Maret 1993 itu hanya dua kali pernah menelepon keluarganya setelah pergi pada 2015 silam.

Hingga kini ia tak pernah memberi kabar di mana keberadaannya.

YARA yang mendampingi Nurdin dalam membuat laporan tersebut mensinyalir bahwa Syafridawati menjadi korban human trafficking di Malaysia.

“Setelah kita kroscek ke sana, kesimpulan saya (Syafridawati) ini menjadi korban perdagangan manusia,” kata Safaruddin.

Selama ini, YARA juga intens berkomunikasi dengan masyarakat Aceh di Malaysia untuk mencari keberadaan Syafridawati.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved