Berita Aceh Utara

Ini Jumlah Dana yang Sudah Digunakan untuk Pembangunan Gedung DPRK Aceh Utara di Lhoksukon

Pimpinan bersama anggota DPRK Aceh Utara pada Senin (13/1/2020) siang akan meninjau Kantor DPRK Aceh Utara yang baru di kawasan Landing Kecamatan...

Ini Jumlah Dana yang Sudah Digunakan untuk Pembangunan Gedung DPRK Aceh Utara di Lhoksukon
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Gedung DPRK Aceh Utara yang baru di kawasan Landing Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (13/1). 

Ini Jumlah Dana yang Sudah Digunakan untuk Pembangunan Gedung DPRK Aceh Utara di Lhoksukon

 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Pimpinan bersama anggota DPRK Aceh Utara pada Senin (13/1/2020) siang akan meninjau Kantor DPRK Aceh Utara yang baru di kawasan Landing Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Untuk diketahui proyek pembangunan kantor DPRK Aceh Utara dimulai pada Desember 2014 dengan masa pengerjaan selama tiga tahun atau sampai 2016. Namun, hingga kini kantor tersebut belum dapat difungsikan.

Jumlah dana untuk masa pengerjaan selama tiga tahun mencapai Rp 40 miliar. Namun, sayangnya, pembangunan dengan jumlah anggaran tersebut belum selesai. Lalu pembangunan kantor tersebut terhenti selama dua tahun, 2017-2018.

Karena Pemkab Aceh Utara saat itu terutang, sehingga harus membayar utang. Lalu pada 2019 dana yang dialokasikan untuk lanjutan pembangunan tersebut Rp 2 miliar lebih. Selain belum selesai luar, bagian dalam ruang kantor juga belum selesai pengerjaannya.

LSM LIBAS Minta Pemerintah Segera Wacanakan Pelabuhan Kapal Cepat Sinabang

Jembatan Manggrove Forest Park Kota Langsa Diresmikan, Bergaya Arsitektur Belanda 

Cerita Ayah Gadis Aceh yang Diduga Dijual di Malaysia, Tiga Kali Putrinya Dirayu untuk Berangkat

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Aceh Utara Ir Azmi MT kepada Serambinews.com kemarin menyebutkan dirinya akan segera konsultasi dengan Bupati Aceh Utara agar proses pelelangan bisa dipercepat dalam tahun 2020, sehingga bagian dalam kantor dapat segera diselesaikan.

Karena biasa lelang bari dimulai pada April. “Saya berterimakasih ke dewan, dengan kunjungan tersebut kami sudah mengetahui mana yang perlu diprioritas,” ujar Azmi.

Disebutkan, kantor dewan tersebut dibangun pada 2014-2016 dengan sistim kontrak multiyear (tahun jamak) dengan anggaran Rp 40 miliar.

Namun, tahun 2017-2018, karena defisit anggaran, sehingga pembangunan tertunda. Pembangunan baru dapat dilanjutkan pada tahun 2019 dengan dana Rp 2 miliar dan Tahun 2020 Rp 12 miliar. “Kita akan upayakan agar bisa selesai sesuai target dewan,” ujar Azmi.(*) 

Pembalak Hutan Ditangkap di Aceh Barat, 40 Potong Kayu Ilegal Diamankan

Mengenal Bruno Dybal, Eks Timnas Brazil yang Masuk Skuad Persiraja  

Sayid Fadhil Menang di Banding, Ini Permintaan Majelis Hakim PT TUN Kepada Plt Gubernur Aceh

  

   

Penulis: Jafaruddin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved