Berita Banda Aceh

Penduduk Miskin Aceh Turun Lagi 9.240 Orang, Begini Penjelasan Kepala Bappeda Aceh

angka kemiskinan di Aceh untuk periode Maret – September 2019, menurun sebesar 9.240 orang lebih

Penduduk Miskin Aceh Turun Lagi 9.240 Orang, Begini Penjelasan Kepala Bappeda Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (kiri) menyalami Kepala Bappeda Aceh, Helvizar Ibrahim, yang juga Sekretaris TKP2K Aceh beserta Bupati, Wali Kota, wakil bupati dan wakil wali kota dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Aceh dan Kabupaten/Kota Tahun 2019, di Banda Aceh, Rabu (4/12/2019) 

SERAMBINEWS.COM - Hasil penghitungan sementara yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap angka kemiskinan di Aceh untuk periode Maret – September 2019, menurun sebesar 9.240 orang lebih, dari 819.000 orang menjadi 809.760 orang. 

“Penurunan angka kemiskinan sebesar 0,31 persen itu, telah membuat angka kemiskinan Aceh saat ini menjadi 15,01 persen, untuk posisi akhir September 2019 lalu. Sebelumnya pada bulan Maret  2019 lalu sebesar 15,32 persen,” kata Kepala Bappeda Aceh, Ir Helvizar Ibrahim usai pertemuan dengan BPS Aceh, Kamis (16/1/2020) di Banda Aceh.

Helvizar Ibrahim yang didampingi Juru Bicara Pemerintah Gubernur Aceh, Saifullah Abdulgani menjelaskan faktor penurunan angka kemiskinan Aceh sebesar 0,31 persen.

Hal ini disebabkan antara lain, realisasi dana APBA yang mencapai di atas 90 persen dari pagunya Rp 17 triliun, dan juga pengaruh realisasi dana desa yang mencapai 99,9 persen dari pagunya Rp 4,9 triliun, serta berbagai sumber pembiayaan pembangunan lainnya.

VIDEO - Selain Sebarkan Hoax, Raja & Ratu Agung Sejagat Ternyata Bukan Muhrim

Sampai bulan Desember 2019 lalu, menurut laporan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh, Azhari Hasan dan Kadis BPM kabupaten/Kota.

Masyarakat desa masih melaksanakan berbagai kegiatan pembangunanan di desa yang bersumber dari dana desa tahap III sebesar 40 persen yang ditariknya dari kas daerah masing-masing pada minggu kedua bulan Desember.

Itu artinya, kata Helvizar Ibrahim, sampai akhir tahun ini, kegiatan pembangunan di desa, dengan adanya dana desa itu, masih berjalan.

Kisah Pria Derita Ribuan Benjolan di Tubuhnya, Dipaksa Pakai Topeng hingga Kehilangan Pekerjaan

Hal ini yang mendorong angka kemiskinan di Aceh menurun terus, kendati jumlahnya sedikit, tapi itu sangat membantu, menurunkan peringkat kemiskinan Provinsi Aceh pada tahun 2020 ini.

Penurunan angka kemiskinan dalam satu tahun lalu sebesar 0,67 persen itu, akui Helvizar Ibrahim, memang belum memuaskan Pemerintah Aceh.

Namun angka itu membuat Aceh tercatat sebagai salah satu, dari 10 provinsi, yang angka kemiskinannya mengalami penurunan tertinggi di Indonesia.

Untuk keluar dari sebutan Aceh termiskin di Pulau Sumatera, maka harus bisa menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,2 persen, dari angka kemiskinan Provinsi Bengkulu saat ini 14,99 persen.

Soal Besarnya Dana Pelatihan, Karo Humas Pemprov Aceh: Belanja Pelatihan Perbaikan Mutu Pendidikan

“Kami sangat optimis, dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan penanganan kemiskinan dan pengangguran yang akan dilaksanakan tahun ini, angka kemsikinan kita pada bulan Maret 2020 nanti, akan turun lagi, melebihi 0,2 persen," ujarnya.

Alasannya, banyak program yang akan dilaksanakan pada awal tahun ini dari sumber APBA, APBN, APBK dan dana desa.

“Kita upayakan penarikan dana desa tahap I sebesar 20 persen, dari pagunya Rp 5 ,04 triliun itu, bisa dilaksanakan pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari ini, sehingga kegiatan pembangunan di desa terus bergulir tanpa ada jeda,” pungkas Hervizar Ibrahim.(*)    

Baru Lepas Kerudung Saat Malam Pertama, Suami Langsung Gugat Cerai Istrinya, Kaget Lihat Bagian Ini

    

Penulis: Herianto
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved