KK Barcode

Disdukcapil Lhokseumawe Keluarkan Kartu Keluarga Menggunakan Barcode, Ini Manfaatnya

Dengan menggunakan sistem baru ini, tidak akan ada lagi tandatangan kepala Disdukcapil dan stempel basah. Tapi akan diganti dengan barcode

Disdukcapil Lhokseumawe Keluarkan Kartu Keluarga Menggunakan Barcode, Ini Manfaatnya
SERAMBINEWS/SAIFUL BAHRI
Kepala Disdukcapil Lhokseumawe Taufik SSos MSP 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Lhokseumawe, dalam beberapa hari ini mulai mengeluarkan dokumen kependudukan dan pencacatan sipil yang ada barcode.

Dokumen tersebut seperti kartu keluarga (KK), surat pindah, surat perkawinan, surat perceraian, surat pengesahan anak, surat pengakuan anak, akta kelahiran, dan akta kematian.

Kepala Disdukcapil Lhokseumawe Taufik SSos MSP, Jumat (17/1/2020) menjelaskan perubahan format dokumen kependudukan dan pencacatan sipil tersebut merujuk pada Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2019 yang kemudian ditindaklanjuti dengan surat edaran Dirjen Kependudukan dan Pencacatan Sipil Nomor: 470/2134/Dukcapil tentang pelayanan adaninsitasti kependudukan secara daring (dalam jaringan).

Maka seluruh pelayanan administrasi di setiap daerah akan diberlakukan secara daring menuju Disdukcapil Go Digital.

Tim PPKKGL Musnahkan 4 Ton Kayu Hasil Penebangan Ilegal di hutan Taman Nasional Gunung Leuser Agara

Pernikahan Beda Negara, Ibunya Dipulangkan ke Kamboja, Dua Bocah di Aceh Timur Diasuh Neneknya

Praktekkan Pelajaran Reproduksi, Seorang Guru Biologi Rudapaksa Muridnya Selama 2 Tahun

"Salah satunya adalah penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.3 yang didalamnya diberlakukan tandatangan elektronik," katanya.

Taufik menjelaskan kalau dulunya di dokumen kependudukan, contohnya KK, di bawah sudut kanan akan ada tandatangan kepala Disdukcapil dan berstempel basah.

Sehingga denga

n menggunakan sistem baru ini, tidak akan ada lagi tandatangan kepala Disdukcapil dan stempel basah. Tapi akan diganti dengan barcode saja.

Dengan sistem ini dipastikan potensi untuk pemalsuan dokumen kependudukan tidak ada lagi.

"Karena untuk mengecek keaslian dari dokumen tersebut, kita tinggal merekam barcode (untuk sementara ini sudah bisa dilakukan dengan aplikasi veryDS yang bisa didownload di Play Store)," ujarnya.

Taufik menyebutkan uji coba perubahan sistem ini dasarnya sudah mulai dilakukan pihaknya sejak akhir 2019 lalu.

Namun efektifnya baru diberlakukan dalam beberapa pekan ini.

"Namun kita pastikan, masyarakat yang memegang dokumen kependudukan yang masih ada tandatangan manual dan berstempel basah, masih tetap berlaku," pungkas Taufik.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved