Berita Bireuen

Seluruh Puskesmas Bireuen Dipersiapkan Menjadi BLU, Ini Tujuannya

Rencana pembentukan BLU dibahas dalam rapat jajaran Dinkes Bireuen dengan 20 kepala Puskesmas bertempat di aula Dinkes Bireuen, Jumat (17/01/2020).

Seluruh Puskesmas Bireuen Dipersiapkan Menjadi BLU, Ini Tujuannya
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Seluruh kepala Puskesmas di Bireuen rapat di aula Dinas Kesehatan Bireuen membahas persiapan Puskesmas menjadi BLU. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakt diperlukan fleksibelitas dalam pengelolaan keuangan, maka seluruh Puskesmas di Bireuen harus berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Rencana pembentukan BLU dibahas dalam rapat jajaran Dinkes Bireuen dengan 20 kepala Puskesmas bertempat di aula Dinkes Bireuen, Jumat (17/01/2020).

Kadiskes Bireuen, dr Amir Addani M Kes dalam pertemuan itu mengatakan, di Bireuen ada 20 Puskesmas tersebar di 17 kecamatan, adapun kecamatan yang memiliki dua Puskesmas yaitu Kecamatan Juli, Peusangan dan

Gandapura. Selain itu, dua Puskesmas sedang dipersiapkan menjadi rumah sakit tipe D yaitu Puskesmas Jeunieb dan Puskesmas Peusangan.

Pertemuan dengan seluruh kepala Puskesmas Jumat (17/01/2020) memulai persiapan untuk menuju BLU, masing-masing Puskesmas membentuk panitia dan berbagai kegiatan lainnya, diharapkan paling lambat Juni 2020 sudah siap, Puskesmas dapat di-BLUD-kan.

Mencapai rencana tersebut, maka seluruh kepala Puskesmas dan jajarannya harus bekerja keras untuk kesiapan tersebut diantaranya melakukan sosialisasi, melakukan advokasi dengan pemangku kepentingan, menyiapkan bahan administrasi dan dokumentasi serta gambaran perlunya dibentuk sebagai BLU.

Pemateri dalam pertemuan tersebut Sekretaris Dinkes Bireuen, dr Irwan A Gani serta kepala Puskesmas Peusangan, Ners M Nezar S Kep SKM yang telah mendapat pelatihan menyangkut pembentukan Puskesmas menjadi BLU.

Nelayan Pijay Bertahan 5 Jam Terombang Ambing di Laut, Sempat Pingsan hingga Dilarikan ke Puskesmas

Puskesmas Jeunieb akan Jadi Rumah Sakit Rujukan Tipe D untuk Wilayah Barat Bireuen

Dua Puskesmas di Bireuen Terima Mobil Ambulans Baru

“Masing-masing kepala Puskesmas segera membentuk panitia dan menyusun rencana kerja pembentukan BLU,” ujar Kadiskes.

Menjawab Serambinews.com perbedaaan Puskesmas BLU dan non BLU, Kadiskes Bireuen mengatakan, Puskesmas harus berbentuk BLU dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa BPJS akan melakukan transfer dana ke puskesmas sebagai pendapatan puskesmas yang sering di sebut dana kapitasi BPJS.

Menyangkut mengapa harus BLU, Kadiskes Bireuen mengatakan,  tujuan utama  untuk keamanan kinerja,  BLU adalah pengelolaan keuangan yang paling aman, puskesmas akan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, kemudian, setiap  Puskesmas harus dapat meningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Ditambahkan, BLU  adalah satuan kerja perangkat daerah pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemkab kabupaten/kota yang dbentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas.

Menyangkut tujuan intinya pemberian layanan umum secara lebih efektif dan efisien. “Perbedaan BLU dan non BLU terutama didalam pengelolaan keuangan secara menyeluruh, pegawai, organisasi dan nomenklatur,” ujarnya.

Selain itu, dengan BLU kepala puskesmas menjadi pengguna anggaran yang bertanggungjawab, membuat Rencana Belanja Anggaran (RBA), membuat pengesahan penggunaan anggaran (triwulanan) yang harus sesuai dengan aturan dan kebijakan yang berlaku. (*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved