Kisah Pernikahan Beda Negara, Ibu Dideportasi ke Kamboja Dua Bocah Diasuh Nenek

antor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Rabu (15/1) lalu, mendeportasi satu orang wanita Warga Negara Asing (WNA) asal Kamboja, Chum Sreyphalla (29)

Kisah Pernikahan Beda Negara, Ibu Dideportasi ke Kamboja Dua Bocah Diasuh Nenek
SERAMBI / SENI HENDRI
Muhajir bersama ibu kandungnya, menggendong kedua anaknya pasca ibunya Chum Sreyphallah atau Nur Aini dipulangkan ke Kamboja, saat ditemui di Gampong Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (17/1/2020). 

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Rabu (15/1) lalu, mendeportasi satu orang wanita Warga Negara Asing (WNA) asal Kamboja, Chum Sreyphalla (29) ke negara asalnya. Wanita yang telah mengubah namanya menjadi Nur Aini pun harus rela berpisah dengan suami dan dua buah hatinya.

Kisah hidup Chum Sreyphalla, suami, dan dua buah hatinya ini, bermula dari Malaysia, tahun 2014 lalu. Kala itu, Chum dan Muhajir (32), pemuda asal Peureulak, sama-sama tinggal dan bekerja di Malaysia. Mereka pun sepakat untuk mengikat diri dalam sebuah janji suci sebagai suami istri.

"Saat itu agamanya Budha. Setelah ia mau masuk Islam, dan mengucapkan syahadat di sana, lalu kami menikah di Malaysia," ungkap Muhajir kepada Serambi Jumat (17/1), di kediamannya Gampong Seuneubok Johan, Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Setelah masuk Islam, Chum Sreyphalla berubah nama menjadi Nur Aini. Pernikahan mereka dikarunia dua anak yaitu, Muhammad Iqbal (4) dan Nur Afridar (2).

Muhajir menjelaskan, putranya M Iqbal lahir di Malaysia. Sedangkan putrinya Nur Afridar lahir di Gampong Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Mereka kembali ke Aceh pada tahun 2018, saat Chum mengandung Nur Afridar.

Setiba di Aceh, jelas Muhajir, ia tinggal satu rumah bersama ibunya Aminah (47), di Gampong Seuneubok Johan, Ranto Peureulak, Aceh Timur. Kondisi rumah berkontruksi kayu milik Aminah ini dihuni 11 orang. Muhajir adalah anak tertua dari Aminah.

Setelah pulang ke Aceh, Muhajir belum memiliki pekerjaan tetap. Seperti ibunya Aminah, Muhajir pun saat ini bekerja sebagai buruh di tempat warga di gampongnya itu. Sedangkan sang istri, selama bersamanya di Aceh, hanya sebagai ibu rumah tangga.

Harapan Muhajir

Muhajir, mengharapkan agar istri tercintanya, Nur Aini, kembali ke Aceh dan bersatu kembali dengan keluarganya. Apalagi, status mereka masih sah sebagai suami istri. "Harapan saya, Nur Aini bisa kembali lagi dan bersatu lagi dengan anak-anak. Namun itu semua tergantung pada dirinya," ungkap Muhajir.

Menurut dia, kepulangan istrinya ke Kamboja ini untuk mengurus administrasi atau izin tempat tinggal di Indonesia. "Begitu hasil kesepakatan kami. Rencananya dia akan pulang lagi ke Aceh, perkiraan pada Juni 2020," ungkap Muhajir.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved