Sabtu, 18 April 2026

Yacht Mewah

Yacht Mewah yang Ditemukan Nelayan Aceh Utara Ternyata Milik Pengusaha Inggris, Ini Kronologinya

Lalu, ia menyandarkan kapalnya setelah menancapkan jangkar, untuk makan di sebuah restoran, tak jauh dari tempat ia makan.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Peter pengusaha asal Inggris mengecek kondisi kapalnya di Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara, Sabtu (18/1/2020). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Yacht (kapal layar) mewah yang ditemukan dua nelayan 20 mil dari perairan Muara Batu Aceh Utara dalam kondisi terombang-ambing tanpa Anak Buah Kapal (ABK) ternyata milik Peter Jeremy David, pengusaha asal Inggris.

Kapal tersebut pada Jumat (17/1) ditarik dari Kuala Mane Muara Batu ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, dua nelayan dari Desa Pante Gurah Kecamatan Muara Batu pada Sabtu (11/1) petang menemukan kapal tersebut.

Lalu, pada Minggu (12/1) pagi ditarik oleh nelayan yang menemukan Safrizal (37) dan Azwar (23) dari laut ke Kuala Mane kecamatan setempat atas perintah Panglima Laot Rusdi

Dalam wawancara dengan Serambinews.com Peter dibantu penerjemah Safruddin Chan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh juga menceritakan kronologis kejadian hilang kapal layarnya.

Malam itu Sabtu (4/1) dirinya bersama Stephen Christopher berada di Phuket.

Lalu, ia menyandarkan kapalnya setelah menancapkan jangkar, untuk makan di sebuah restoran, tak jauh dari tempat ia makan.

Tak lama kemudian ia kembali ke lokasi tersebut, tapi kapalnya tak ditemukan di lokasi tersebut.

Nelayan Temukan Yacht Mewah Bertuliskan Bahasa Thailand  

Rusia Sebut Iran Tembak Pesawat Ukraina Karena Ditakuti 6 Jet Tempur F-35 Seusai Serang Pangkalan AS

Rusia Sebut Iran Tembak Pesawat Ukraina Karena Ditakuti 6 Jet Tempur F-35 Seusai Serang Pangkalan AS

Padahal di lokasi itu ada beberapa kapal serupa lainnya.

Lalu ia berusaha mencarinya tapi tak menemukan juga.

Ia mengira kapalnya akan dibawa angin ke kawasan Kepulauan Nikobar.

Karena malam itu anginnya sangat kencang ke arah timur.

Peter tidak menyangka kapalnya tersebut dibawa angin ke Aceh.

Ia memastikan kapal tersebut bukan dicuri, karena kalau dicuri peralatan kapal yang mahal tidak hilang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved