Pemimpin Baru Pasukan Elit Iran Siap Balas Dendam atas Kematian Soleimani, AS Patut Waspada

Komandan baru pasukan elit Iran Quds, Esmail Qaani, mengatakan Amerika Serikat membunuh pendahulunya Qassem Soleimani dengan cara pengecut.

tangkap layar Anadolu Agency via aljazeera.com
EsmaiI Qaani (tengah) 

SERAMBINEWS.COM - Komandan baru pasukan elit Iran Quds, Esmail Qaani, mengatakan Amerika Serikat membunuh pendahulunya Qassem Soleimani dengan cara pengecut.

Untuk itu, Qaani berjanji untuk membalaskan dendam secara jantan.

Melansir Al Jazeera, Senin (20/1), Qaani membuat pernyataan pada hari Senin (20/1/20) pada upacara pengantar yang diadakan untuknya oleh komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) untuk menandai awal resmi masa jabatannya.

"Mereka (AS) menembaknya (Soleimani) dengan cara pengecut, tetapi dengan rahmat Tuhan dan melalui upaya pencari kebebasan di seluruh dunia yang ingin membalas dendam atas darahnya, kami akan mengenai musuhnya dengan cara jantan," katanya.

Pembunuhan Soleimani dalam serangan udara AS di Baghdad pada 3 Januari mendorong AS dan Iran berada di ambang perang.

Rekontruksi Tuntas, Tiga Pelaku Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dinyatakan Negatif Narkoba

Rusia Sebut Iran Tembak Pesawat Ukraina Karena Ditakuti 6 Jet Tempur F-35 Seusai Serang Pangkalan AS

Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Namun, kekhawatiran adanya perang mereda setelah adanya serangan balasan Iran terhadap AS di Irak pada 8 Januari berakhir tanpa korban jiwa.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei sejak itu menyerukan pengusiran semua pasukan Amerika dari Timur Tengah.

IRGC

Pasukan Quds sendiri adalah bagian dari IRGC dengan jumlah 125.000 pasukan.

IRGS mengawasi program rudal balistik Iran.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved