Mawardi Ali Luncurkan Buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan dan Bedah buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’.

Mawardi Ali Luncurkan Buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’
FOTO HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Penulis Buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’, menyerahkan buku kepada Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, pada acara peluncuran dan bedah buku tersebut, di Aula Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gani, Ingin Jaya, Selasa (21/1/2020). 

JANTHO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan dan Bedah  buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’. Peluncuran buku tersebut dilakukan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, di Aula Gedung Dekranasda Aceh  Besar, Gani, Ingin Jaya, Selasa (21/1).

Bupati Mawardi Ali mengatakan, buku ini akan memberikan pemahaman baru dan juga langkah maju bagi Aceh Besar yang memiliki berbagai macam sejarah, adat dan budaya. “Aceh Besar merupakan pintu gerbang masuk ke Aceh, mulai dari masa kerajaan sampai masa melawan penjajahan, semua sejarah Aceh itu tidak pernah terlepas dari Aceh Besar,” ujarnya. Diungkapkan, Aceh Besar yang seutuhnya adalah antara kewedanaan Seulimuem, Lhoknga, Sabang, termasuk Banda Aceh, dan masih banyak sejarah dan nilai budaya lainnya seperti Indrapatra, Indrapurwa dan juga Indrapuri yang membuktikan Aceh Besar yang dulunya adalah sebuah bangsa yang besar atau lebih dikenal ‘Aceh Lhee Sagoe’.

“Kehebatan masa dulu itu sebagai cerminan untuk menatab masa depan, bahwa nenek moyang kita memiliki karyakarya yang besar, kita berharap generasi kedepan juga begitu,” ujar Mawardi. Pada kesempatan itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada penulis yang sudah menggali nilai-nilai sejarah dan budaya ini dan membukukan sehingga menjadi pegangan bagi generasi mendatang untuk mengukir sejarah yang hebat-hebat. “Harapan kita semua agar sejarah, adat dan budaya Aceh Besar dapat ditulis serta dibukukan, sehingga menjadi pegangan dan ilmu bagi anak cucu kita nantinya,” pungkas Mawardi Ali.

Sementara itu, Kepala DinasPendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Dr  Silahuddin MAg mengatakan, buku ini sangat panjang prosesnya bagaimana Sejarah, Adat dan Budaya Aceh Besar dapat dibukukan. Buku ‘Aceh Besar Sejarah, Adat dan Budaya’ ditulis oleh sejarawan asal Aceh Besar yakni Rusdi Sufi, Agus Budi Wibowo dan Asnawi Zainun. Buku ini terdiri dari beberapa bagian yang berisikan tentang sejarah bagaimana masuknya Islam ke Aceh Besar dari Lamuri sampai semua tempat-tempat di Aceh Besar.

Kemudian buku ini juga menjelaskan,Aceh Besar dulunya terdiri dari beberapa  kaum misalnya “suke lhee reutoh”, Suke Imum Peuet”, “Suke Troeh Bate”, “Suke Ja Sandang” ini yang tidak pernah diketahui sekarang ini. Kemudian ada filosofi yang melekat di Aceh Besar seperti “Putoh Meukapakat, Kuat Meuseuraya”. “Dalam buku ini juga mencakupbeberapa hal termasuk manuskripmanuskrip yang ada, kita coba kaji, mudah-mudahan dengan bedah buku hari ini kita tau dimana ada kekurangan buku ini,” tutur Dr Silahuddin MAg Ini hanya pancingan awal, berharap kedepan akan muncul penulis-penulis lain yang akan mengkaji tentang Aceh Besar secara spesifik, misalnya tentang Lamuri, dan sejarah-sejarah lainnya Dalam peluncurdan dan Bedah Buku ini turut dihadiri oleh para Asisten, Kepala OPD Pemkab Aceh Besar, Kepala Sekolah SD hingga SLTA, unsur MAA, MPU, MPD, Mahasiswa, OKP, pelajar, Perwakilan LPMP Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dan Balai Pelestarian Budaya Aceh.(hab/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved