Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Gampong Suak Timah Raih Apresiasi Desa Budaya 2025

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Ke depan kami akan bekerja lebih fokus dalam pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan lokal

Tayang:
Editor: IKL
for serambinews
Pertunjukan tarian tradisional Aceh ditampilkan dalam Festival Nipah di Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, berhasil masuk lima besar penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan desa tersebut dalam menjaga, mengelola, dan memanfaatkan kebudayaan lokal secara berkelanjutan.

Suak Timah 2
Pertunjukan tarian tradisional Aceh ditampilkan dalam Festival Nipah di Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

Gampong Suak Timah dinilai unggul karena konsistensinya melestarikan tradisi dan kearifan lokal, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Nipah, sebuah inisiatif budaya yang menghidupkan kembali tradisi masyarakat berbasis ekosistem rawa nipah yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekologis.

Keuchik Gampong Suak Timah, Afdhal Puteh, mengaku bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diraih. 

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan lokal di gampongnya.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Ke depan kami akan bekerja lebih fokus dalam pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan lokal agar tradisi dan adat istiadat tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Nipah yang digelar pada bulan November 2025 lalu tersebut menjadi ruang menghidupkan kembali tradisi, pengetahuan lokal, serta praktik budaya masyarakat yang berakar kuat pada ekosistem rawa nipah, yang dahulu juga menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat setempat.

Apresiasi Desa Budaya 2025 merupakan agenda tahunan sekaligus puncak dari Program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) yang telah berjalan sejak 2021.

Program ini bertujuan memperkuat desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional, sekaligus meningkatkan ketahanan budaya, sosial, ekologis, dan ekonomi masyarakat desa.

Tahun ini, sekitar 150 desa dari seluruh Indonesia terseleksi, kemudian mengerucut menjadi 30 desa, 10 besar, hingga akhirnya ditetapkan lima desa penerima apresiasi, yaitu:

  1. Desa Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten
  2. Desa Duarato, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
  3. Desa Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, Aceh
  4. Desa Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur
  5. Desa Tebat Patah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa desa memiliki posisi sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa. 

Menurutnya, desa budaya merupakan jantung kebudayaan Indonesia, tempat tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal tumbuh dan berkembang.

“Budaya bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan hidup yang menyatukan dan membangun karakter bangsa. Di tengah modernisasi, desa budaya menjadi benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai lokal,” kata Fadli Zon.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyebut PKD telah menjangkau lebih dari 500 desa sebagai bentuk pengakuan negara atas kerja panjang masyarakat desa dalam menjaga kebudayaan.

Penilaian Apresiasi Desa Budaya dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu kenali, pendalaman, dan aktivasi, dengan melibatkan dewan juri lintas disiplin dari unsur akademisi, budayawan, praktisi, jurnalis, dan pemangku kebijakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved