Berita Aceh Timur

Bupati Rocky Lapor ke Kemlu-RI Terkait Nelayan Aceh Timur di Thailand

Bahkan kabarnya, pihak Kemlu RI telah menindaklanjuti dan menghubungi pihak Konsulat RI di Songkhla, Thailand.

Bupati Rocky Lapor ke Kemlu-RI Terkait Nelayan Aceh Timur di Thailand
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM SH, mengajukan sejumlah program untuk pembangunan Aceh Timur, kepada Ketua Umum MUI, yang juga Wakil Presiden terpilih hasil pemilu 2019 yakni Prof Dr KH Ma'ruf Amin. 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Terkait dugaan penangkapan puluhan nelayan asal Aceh Timur di perbatasan perairan Indonesia - India - Thailand, Pemkab Aceh Timur telah melaporkan ke pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Bahkan kabarnya, pihak Kemlu RI telah menindaklanjuti dan menghubungi pihak Konsulat RI di Songkhla, Thailand.

"Soal dugaan penangkapan 32 nelayan asal Aceh Timur dan kini diamankan ke negara Thailand, sudah kita sampaikan ke pihak Kemlu RI. Tujuannya adalah untuk ditindaklanjuti dengan harapan para nelayan segera dideportasi kembali ke Indonesia," kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau Rocky, dalam siaran pers yang dikeluarkan Bagian Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur, Kamis (23/1/2020).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihaknya, keberadaan puluhan nelayan bersama dua kapal motor (KM) asal Aceh Timur di perbatasan Indonesia - India - Thailand, bukan kesengajaan melakukan aktifitas di sana, melainkan tergerus ombak besar hingga akhirnya KM Perkasa Mahera dan KM Voltus, melewati batas perairan Indonesia dan masuk ke perairan Phuket.

Plt Bupati Aceh Selatan Lantik Delapan Kepala Dinas

Selamatkan Nelayan Myanmar di Laut, Bupati Rocky Juga Minta Myanmar Ampuni Nelayan Aceh Timur

Setelah 12 Hari Meninggal di Myanmar, Akhirnya Jenazah Nelayan Aceh Timur Tiba di Kampung Halamannya

"Para nelayan kita yang hendak pulang ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, terseret arus ombak hingga ke perairan Phuket. Kuat dugaan, terbatas alat navigasi di kapal membuat nelayan kita dalam beraktifitas kerap melewati batas perairan Indonesia," terang Bupati Rocky.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Konsulat RI di Songkhla, telah menjumpai para nelayan asal Aceh Timur tersebut yang saat ini berada di Pangkalan Angkatan Laut Wilayah III Tap Lamuk, Propinsi Phang Nga.

"Kedua kapal asal Aceh Timur yakni KM Perkasa Mahera dan KM Voltus, juga tertambat di dermaga Pelabuhan Tap Lamuk, Phang Nga, Thailand," ujar Rocky.

Ditambahkan, pejabat konsulat sedang menangani para nelayan asal Aceh Timur tersebut di Phang Nga. Muda-mudahan nahkoda dan para ABK segera dipulangkan.

"Mudah-mudahan prosesnya segera selesai, namun butuh waktu juga dalam penanganan oleh pejabat Konsulat di Songkhla dan saat ini mereka sudah menjumpai para nelayan kita di Phang Nga," tutup Bupati Rocky.

Sebagaimana, KM Perkasa Mahera dan KM Voltus bersama 32 nelayan ditangkap pihak otoritas Thailand, Selasa (21/1) sekira pukul 08:00 Wib.

Mereka ditangkap dengan dugaan beraktifitas dalam perairan Thailand. Kabar tersebut diperoleh dari nelayan lain yang sempat dihubungi melalui radio HT sesaat sebelum puluhan nelayan dalam dua kapal itu ditangkap otoritas negara berjulukan gajah putih. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved