Perdagangan manusia

LPSK dan LSM Mitra Bersama Jalin Kerja Sama Penanganan Korban TPPO di Aceh

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota diminta memikirkan solusi untuk memutuskan mata rantai jaringan human trafficking di Provinsi Aceh.

LPSK dan LSM Mitra Bersama Jalin Kerja Sama Penanganan Korban TPPO di Aceh
Hand-over dokumen pribadi
Syahrizal, Ketua LSM Mitra Bersama 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - LSM Mitra Bersama yang bergerak di bidang pencegahan dan penanganan TKI terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Provinsi Aceh.

Menerima surat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI tertangal 14 januari 2020, dengan Nomor surat B-0136/1/LPSK RI/1/2020, terkait kerjasama human trafficking atau TPPO dan tindak kekerasan.

"Kita telah menerima surat dari LPSK RI terkait kerjasama penanganan korban human trafficking atau TPPO di Aceh," kata Ketua LSM Mitra Bersama, Syahrizal, kepada Serambinews.com, Minggu (26/01/2020).

Menurutnya, LPSK RI menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada LSM Mitra Bersama atas upaya ditempuh selama ini, khususnya dalam melakukan pencegahan.

Dan penanganan TKI yang terindikasi perdagangan orang, serta menjadi korban tindak kekerasan di Provinsi Aceh khususnya.

LPSK RI juga menyambut baik kerjasama LSM Mitra Bersama dengan LPSK RI, dalam rangka meningkatkan dan memaksimalkan pemenuhan hak bagi pelapor, saksi dan korban trafficking.

Untuk itu LPSK RI berharap LSM Mitra Bersama untuk dapat membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh,

Mengenai hak-hak dan mekanisme permohonan LPSK agar dapat diakses oleh pelapor,saksi,dan korban di Provinsi Aceh.

Pantauan LSM Mitra Bersama, sebut Syahrizal, saat ini masih mendominasi kasus korban tindak kekerasan serta korban trafficking khususnya wanita yang dipekerjakan.

"Korban trafficking sering mengalami pelecehan seksual di penempatan kerja, serta prilaku tidak manusiawi," sebutnya.

Syahrizal berharap ada upaya upaya dari Pemerintah Aceh untuk dapat melakukan terobosan menyeluruh hinga ke akar bawah, hingga faktor penyebab warga Aceh menjadi TKI di luar negeri.

Selain itu Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota juga harus memikirkan solusi untuk memutuskan mata rantai jaringan human trafficking di Provinsi Aceh, yang selama ini masih marak terjadi di daerah Serambi Mekkah ini.(*)

Begini Cerita Sapriadi, Mahasiswa Aceh Barat yang saat Terjebak di Kota Wuhan China

Permen Karet Tak Boleh Dibawa Masuk ke Singapura

Tuan Rumah Garuda 2 Boyong Piala Keuchik Cot Buket

Muzakarah Ulama se-Aceh Dipusatkan di Aceh Timur, Ini yang Dibahas

VIDEO Mahasiswa Aceh di Wuhan Minta Pemerintah Aceh Pulangkan Mereka dari China

Penulis: Zubir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved