Muzakarah Ulama
Muzakarah Ulama se-Aceh Dipusatkan di Aceh Timur, Ini yang Dibahas
Hasil muzakarah ulama ini diharapkan dapat mewujudkan generasi Aceh yang Meuadab sesuai visi misi Pemerintah Aceh.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, melalui Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg, MM, secara resmi membuka Muzakarah Ulama se-Aceh, yang berlangsung di Dayah Al-Maimanah, Gampong Keude Dua, Darul Ikhsan, Aceh Timur, Sabtu dan Minggu (25-26/1/2020).
Sejumlah ulama kharismatik Aceh hadir dalam acara itu, yakni, Tgk H M Ali (Abu Paya Pasi), Tgk H M Ismi Lc MA (Abu Madinah), Tgk H M Daud Hasbi (Abu Daud), Tgk H M Djafar (Abi Daod), Tgk H Abdul Manan (Abu Blang Jruen), Tgk H Muhammad Amin (Ayah Min), Tgk H Fauzany (Abi Peulalu), Tgk H M Nur (Abu Keunire), Tgk H Abdul Wahab (Abu Keude Dua), Tgk H Abdullah Rasyid (Abu Lah Kruet Lintang) dan Tgk H Mustafa Puteh (Abu Paloh Gadeng).
Selain itu juga dihadiri Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib SH, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS dan sejumlah pejabat daerah lainnya seperti Sekda Aceh Timur HM Ikhsan Ahyat dan para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, para camat dan perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Peserta muzakarah ulama dihadiri jamaah dari berbagai ormas dan lembaga seperti Ahlussunah Wal jamaah, Tastafi, Ikatan Santri Aceh Timur (ISAT) dan Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin.
Hadir juga pengurus dan anggota dari DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Aceh Timur, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Timur dan Front Pembela Islam (FPI) setempat.
Pimpinan Dayah Al-Maimanah Tgk H Abdul Wahab (Abu Keude Dua) mengatakan Muzakarah ini membahas persoalan harta warisan yang tidak punya wali, kepemilikan tanah, batas I’tibar gharim bagi yang berhak menerima zakat, hukum bunga bank yang tidak disebutkan dalam akad.
Selanjutnya, hukum bagi peserta MTQ perempuan yang dihadiri penonton laki-laki, cara merealisasi hasil muzakarah ulama terdahulu tentang ta’adud jumat, siapakah perawi hadist dan bagaimana pengertian sebenarnya.
Abu Keude Dua juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berhadir dan mendukung serta berpartisipasi dalam acara Muzakarah Ulama ini.
Bupati Aceh Timur Tgk H Hasballah bin HM Thaib SH, menyambut baik kegiatan itu dan berterimakasih kepada seluruh alim ulama yang hadir ke daerahnya dalam rangka bermuzakarah.
"Kami yakin dan percaya bahwa setelah bermuzakarah nanti akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi sesuai dengan harapan umat untuk kemaslahatan bersama," ujar bupati.
Plt Gubernur Aceh, melalui Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mengatakan semoga hasil muzakarah ini dapat menjadi ilmu pengetahuan baru sehingga dapat menjadi referensi dan rujukan semua pihak dalam berpedoman.
Selain itu, semoga rujukan ulama ini juga dapat mewujudkan generasi Aceh yang Meuadab sesuai dengan visi misi Pemerintah Aceh dalam Program Aceh Hebat.
Pemerintah Aceh, ungkap Usamah El-Madny, menyambut hangat seluruh muzakarah-muzakarah ulama, karna pemerintah sadar bahwa Pemerintah sangat terbatas dalam persoalan mendasar ilmu-ilmu agama.
Untuk itu dengan adanya muzakarah semacam ini, Pemerintah merasa sangat terbantu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muzakarahulamaaceh.jpg)