Suara Parlemen

Dalam Rapat Kerja di DPR, TA Khalid Minta Penambahan Alokasi Kuota Pupuk Bersubsidi ke Aceh

Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid meminta penambahan pupuk bersubsidi ke petani. data tidak akurat soal luas lahan pertanian rugikan petani

Dalam Rapat Kerja di DPR, TA Khalid Minta Penambahan Alokasi Kuota Pupuk Bersubsidi ke Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid meminta penambahan pupuk bersubsidi untuk petani di Aceh dalam Rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Pejabat Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan), PT Pupuk Indonesia, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) berlangsung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Pejabat Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan), PT Pupuk Indonesia, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) berlangsung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid meminta penambahan pupuk bersubsidi untuk petani di Aceh.  

Wakil rakyat asal Aceh ini mempertanyakan data yang digunakan untuk jatah pupuk subsidi untuk petani di Tanah Rencong.

Ketua DPD Gerindra Aceh ini mengatakan kondisi ini terjadi akibat tidak akuratnya data hingga sangat merugikan petani di Aceh.

Karena data luas baku sawah di Aceh seharusnya 230 ribu hektar.

Tapi menurut data dari pemerintah justru menyusut menjadi 190 ribu hektar.

Kondisi ini membuat subsidi makin langka saat dibutuhkan para petani.

"Akibat data luas sawah menurun ini, petani di Aceh banyak yang tidak menerima pupuk subsidi. Bahkan petani sangat susah payah mencari pupuk subsidi saat dibutuhkan," kata TA Khalid dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Rabu (29/1/2020).

Serikat Pelaut Indonesia Beraudiensi Dengan TA Khalid, Bahas Kasus-kasus Merugikan Pelaut Indonesia

TA Khalid juga mengatakan, bila petani Aceh hanya menerima subsidi pupuk sebanyak 36 persen dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani yang diusulkan Dinas Pertanian Provinsi maupun kabupaten di Aceh.

Ketimbangan ini membuat politisi Gerindra ini menyinggung tentang pabrik pupuk yang ada di Aceh.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved