Lagi, Aceh Transfer Rp 50 Juta untuk Mahasiswa di Cina
Pemerintah Aceh kembali mentransfer dana sebesar Rp 50 juta untuk biaya logistik 12 mahasiswa Aceh di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali mentransfer dana sebesar Rp 50 juta untuk biaya logistik 12 mahasiswa Aceh di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina yang kini terisolasi karena mewabahnya virus Corona. Dana tersebut dikirim oleh Dinas Sosial Aceh, Rabu (29/1/2020) atas instruksi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
Ini adalah kali kedua Pemerintah Aceh mengirim dana bagi 12 mahasiswa di sana. Sebelumnya, pada 26 Januari 2020, Pemerintah Aceh yang juga atas instruksi Plt Gubernur mengirim dana Rp 50 juta. Kemarin, dana juga dikirim melalui rekening Alfi Rian, salah seorang mahasiswa Aceh yang kini menempuh pendidikan di Kota Wuhan.
"Semalam (Selasa malam-red) saya diperintahkan lagi oleh Pak Plt Gubernur untuk mengirim dana Rp 50 juta bagi adik-adik kita di sana. Alhamdulillah, hari ini (kemarin-red) kita langsung action, sudah kita kirim tadi," kata Kadis Sosial Aceh, Alhudri, dalam konferensi pers di Posko Siaga Dinas Sosial Aceh, Rabu (29/1/2020).
Alhudri menjelaskan, saat ini fokus Pemerintah Aceh adalah pada 12 mahasiswa Aceh di Wuhan. Seperti instruksi Plt Gubernur, dana yang dikirim itu diharapkan bisa membantu biaya logistik 12 mahasiswa Aceh yang ada di Wuhan, mengingat saat ini harga bahan pokok di sana melonjak tinggi.
Alhudri juga memastikan, pihaknya akan terus memantau kebutuhan ke-12 mahasiswa selama darurat virus corona. Jika dana yang dikirim ini sudah habis, sambungnya, tidak tertutup kemungkinan Pemerintah Aceh akan kembali mentransfernya. "Tentu kita upayakan lagi, ini kan soal kemanusiaan, tidak ada batasnya," kata Alhudri didampingi Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Aceh, Muhammad Iswanto, serta Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani.
Ditanya bagaimana dengan mahasiswa Aceh di luar Kota Wuhan, Alhudri mengatakan, "Semua kita prioritaskan, tapi yang 12 ini kan tidak bisa ke mana-mana, karena jalur transportasi ditutup, keluar tidak bisa, masuk juga nggak boleh. Semua anak-anak kita, tetap kita prioritaskan," janji Alhudri.
Saat Serambi menanyakan apakah Pemerintah Aceh akan mengganti uang tiket untuk mahasiswa Aceh di luar Kota Wuhan yang sudah pulang menggunakan dana pribadi, Alhudri menyatakan, "Kita terima kasih lah kepada mahasiswa yang sudah inisiatif untuk langsung pulang. Alhamdulillah mereka sekarang sudah tiba, kita bersyukur," kata Alhudri.
Di hadapan wartawan, Alhudri juga menelepon salah seorang mahasiswa Aceh di Kota Wuhan. Dalam percakapan itu, mahasiswa tersebut mengaku sehat dan aman-aman saja serta tidak terjangkit virus Corona. Alhudri kemudian berpesan kepada mahasiswa itu untuk tetap waspada dan tidak stres. “Tetap tenang di sana ya, jangan pikir macam-macam. Insya Allah, Pemerintah Aceh terus berupaya yang terbaik, setiap hari kami di sini meng-update perkembangan informasi adik-adik di situ,” kata Alhudri.
Ia juga meminta kepada mahasiswa untuk terus berkomunikasi dengan keluarga masing-masing, memberi informasi bahwa di Wuhan dalam keadaan baik-baik. “Sampaikan kepada keluarga. Apapun informasinya silakan datang ke posko kita di Aceh, sampaikan itu kepada keluarga,” pungkas Alhudri.
Tiba di Aceh
Kemarin, seorang mahasiswa Aceh yang kuliah di Cina dan satu orang yang kuliah di Hong Kong, juga sudah tiba di Aceh. Keduanya adalah Rizki Maulida, mahasiswa Henan University dan Zamzami Hongong Unversity. Mahasiswa yang baru tiba dari Cina juga sempat diperiksa di RSUZA dan dinyatakan steril tidak ternyangkit virus Corona. (dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-aceh-keluar-asrama-membeli-makanan-suasana-kota-wuhan-sangat-sepi.jpg)