Citizen Reporter
Menikmati Suasana Aceh di Kota Naga, Filipina
Selain berkesempatan mengajar di negara-negara Asia Tenggara, mahasiswa juga berkesempatan mempelajari budaya dari negera tujuan.
Kota Naga ini memiliki 27 barangay atau pemerintahan dalam lingkup kecil di bawah kota.
Jarak Kota Naga ke Bandara Internasional Manila (Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino) sekitar 21 sampai 22 jam perjalanan atau 860.8 km.
• Striker Persiraja Asal Brazil, Vanderley Tiba di Banda Aceh, Besok Mulai Latihan di Lampineung
Sedangkan jarak Kota Naga dari Central Bicol State University of Agriculture, Pili, tempat kami menetap sekitar 30 menit perjalanan atau sekitar lebih kurang 11 km.
Suasana saat menempuh perjalanan dari Pili ke Kota Naga mirip dengan suasana perjalanan dari Indrapuri, Aceh Besar, ke Universitas Syiah Kuala di Darussalam, Banda Aceh.
Hanya saja saat memasuki Kota Naga ada beberapa gedung menjulang tinggi tertancap di tanah, seperti gedung gereja dan mal.
Ada beberapa wilayah di Kota Naga yang suasananya mirip dengan Kota Banda Aceh.
Misalnya, wilayah Centro di Kota Naga mirip dengan Lamnyong, Darussalam, di mana terdapat jembatan yang dialiri sungai di bawahnya.
Sungai ini disebut Sungai Naga (Naga River). Juga terdapat gedung-gedung yang memiliki fungsi sebagai tempat berjualan.
• VIDEO Wanita Cantik dari Krygyzstan, Malaysia, Indonesia dan Senegal Peringati World Hijab Day 2020
Pikiran sata kembali memutari mesin waktu, mengajak bercengkerama dengan suasana tanah kelahiran, Aceh, Indonesia.
Bagaimana tidak, setelah sekian detik, dengan ribuan kilometer dari tanah kelahiran, saya temukan sebuah tempat yang didominasi oleh muslim.
Memasuki perbatasan tempat muslim ini, disambut riang oleh belasan anak anak muslim yang menarik tangan kami.
Seolah kami tamu yang diwajibkan mengelilingi daerah mereka dan kata “Assalamu’alaikum” tidak lupa diucapkan anak-anak.
Lama kata itu tidak lagi terdengar.
• Nasywa, Gadis Lhokseumawe yang meraih Miss Asia Global Aceh Best Talent
Begitu pula suara azan. Suara merdu itu sudah lama sekali tidak bergaung di telinga.
Setelah menyelesaikan shalat Magrib dan Isya, kami disuguhi satai ayam dan sosis mirip rasa ayam penyet di Aceh dengan harga 12 pesos (3 ribuan untuk sosis dan 20 pesos, sekitar 5 ribuan, untuk satai ayam).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/citizen-reporter-lina-ratna.jpg)