Berita Pidie Jaya

Bocah Korban Kebakaran Pijay Ternyata Telah Jalani 42 Kali Operasi, Begini Kondisi Afika Saat Ini

Selama enam bulan terakhir telah menjalani operasi bedah kulit atau operasi plastik selama 42 kali.

Bocah Korban Kebakaran Pijay Ternyata Telah Jalani 42 Kali Operasi, Begini Kondisi Afika Saat Ini
Kiriman Edy Azwar
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan KB Pijay memeriksa ulang kondisi kesehatan Afika, Jumat (7/2/2020). 

Selama enam bulan terakhir telah menjalani operasi bedah kulit atau operasi plastik selama 42 kali.

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Bocah korban kebakaran Afika (7,6) asal Gampong Blang Rheu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, ternyata selama enam bulan terakhir telah menjalani operasi bedah kulit atau operasi plastik selama 42 kali.

Namun sejak Jumat (7/2/2020) siang hingga malam telah menjalani pengobatan kembali di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSU-ZA) Banda Aceh.

Dia dirujuk oleh tim medis dari Puskemas Ulim, Pijay setelah mendapat rujukan dari RSUD Pijay.

Kini, Afika yang masih duduk di bangku kelas 2 MIN Alue Sanee, Ulim, Pijay itu dirawat persis di ruang Raudhah 2 pada Kamar 7, RSU ZA Banda Aceh.

Razali Akui Siap Dampingi Gibran, Putra Aceh Ini Sudah Siapkan Gebrakan Khusus di Pilkada Solo 2020

Jalan ke Perumnas Aceh Singkil Bagai Kubangan Kerbau

Ibu Asal Abdya Lahirkan Bayi Kembar Tiga Secara Normal, Begini Hasil USG dan Kondisi si Bayi

Ibu kandung Afika, Nilawati Ibrahim (37) kepada Serambinews.com, Sabtu (8/2/2020) mengatakan, sejak musibah menimpanya persisnya pada 20 Agustus 2019 lalu telah menyebabkan setengah fisik bagian bawah badan anaknya ini menjadi melepuh.

Ini akibat insiden kebakaran saat bermain dengan korek api membakar kemasan gelas air mineral.
Hingga berujung percikan api itu melalap pada pakaian bawah hingga menjadikan kulit kedua belah kakinya serta bagian pinggang dan perut menjadi melepuh.

"Hingga hampir enam bulan terakhir ini Afika telah menjalani operasi kulit atau operasi plastik sebanyak 42 kali hingga menguras dana Rp 800 juta lebih lewat bantuan pemerintah yaitu melalui lanyanan BPJS,"sebutnya.

Hanya saja, kelanjutan pelayanan medis untuk tahap berikutnya bagi anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Fauzi bin Ibrahim (39) bersama Nilawati binti Ibrahim (37) ini saat ini tersandung dengan dana dampingan.

Beruntung sejak Kamis (7/2/2020) Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melakukan penggalangan dana secara cepat setelah mengetahui Afika dibawa pulang ke gampong halaman usai kehabisan dana dampingan. Pihak keluarga miskin asal Pijay ini sangat berharap adanya kepedulian masyarakat umum untuk berdonasi dalam meringankan derita anak ketiga ini yang belum kunjung sembuh secara normal. Tentunya juga dalah hal ini membutuhkan waktu panjang. Sehingga dengan sendirinya membutuhkan biaya dampingan secara berkelanjutan.

"Saya sangat berharap baik kepada pemerintah maupun masyarakat umum lainnya agar terketuk hati untuk senantiasa mengulurkan bantuan dan doa demi mempercepat upaya kesembuhan ini,"pintanya.

Diakui Nilawati, hingga kini kondisi luka bakar yang dideritanya pada bagian kedua belah kaki dan pinggang serta perut telah berangsur membaik. Hanya saja, bagian punggung serta perut mengalami lembab akibat kebasahan oleh tetesan air nanah.

Seperti diketahui sebelumnya, bocah korban kebakaran, Afika asal Gampong Blang Rheu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya,segera dirujuk ke RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh dengan upaya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pidie Jaya (Pijay) berkomitmen memberikan pelanyanan kesehatan secara maksimal.

Seperti diketahui, Afika didera luka bakar sejak sejak 5 bulan yang lalu atau sejak awal September 2019 lalu saat bermain korek api sehingga membakar setengah bawah fisiknya.
(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved