Berita Lhokseumawe

Kawanan Monyet Masih Terus Resahkan Petani di Muara Satu Lhokseumawe, belum Ada Upaya Pengusiran

"Kami sudah bertemu langsung dengan pihak dinas. Katanya akan dilakukan upaya pengusiran secara massal. Tapi sampai kini tidak ada reaksi apa pun."

Kawanan Monyet Masih Terus Resahkan Petani di Muara Satu Lhokseumawe, belum Ada Upaya Pengusiran
For Serambinews.com
Nurdin Maulana memperlihatkan kelapa yang menurutnya telah dirusak monyet dan lutung. 

"Kami sudah bertemu langsung dengan pihak dinas. Katanya akan dilakukan upaya pengusiran secara massal. Tapi sampai kini tidak ada reaksi apa pun. Ekonomi petani di sini sudah hancur," keluhnya.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Monyet dan lutung dilaporkan sampai Kamis (13/2/2020) masih terus meresahkan para petani di sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Binatang-binatang tersebut, terus merusak berbagai tanaman para petani.

Kepada Serambinews.com, Nurdin Maulana, petani di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, mengatakan, lutung dan monyet dengan jumlah yang banyak selalu datang ke kebun mereka pada pukul 06.30 WIB hingga jelang magrib.

Binatang-binatang itu pun merusak tanaman petani di Desa Padang Sakti, Cot Tring, Paloh Punti, Blang Pulo, Batuphat Timur, Ujong Pacu, dan Meunasah Dayah.

Tanaman yang dirusak terutama kelapa, pisang, nangka, mangga, pepaya, jagung, dan tanaman palawija lainnya.

"Untuk pohon-pohon kelapa, yang tersisa batang dan pucuknya saja. Sedangkan buah muda berserakan dan bertebaran di setiap bagian bawah batang kelapa, karena dirusak moyet dan lutung," katanya.

Gunakan Bahan Alami Hasil Racikannya, Abusyik Obati Warga yang Didera Penyakit

Menurut Nurdin Maulana, kondisi ini sudah dilaporkan kepada Dinas Kelautan, Pertanian dan Perkebunan (DKPP) Lhokseumawe.

Namun, hingga kini belum ada tindakan apa-apa.

"Kami sudah bertemu langsung dengan pihak dinas. Katanya akan dilakukan upaya pengusiran secara massal. Tapi sampai kini tidak ada reaksi apa pun. Ekonomi petani di sini sudah hancur," keluhnya.

Sehingga pada kesempatan ini, dirinya kembali berharap.

Agar Pemerintah Kota Lhokseumawe segera melakukan upaya-upaya agar monyet dan lutung tidak lagi merusak tanaman petani di sana. (*)

Terenyuh Gaji Guru Ngaji Minim, Wali Kota Subulussalam Affan Bintang Jadi Donatur Tetap Setiap Bulan

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved