Dililit Ular
Suami Korban Bacok di Subulussalam Minta Istrinya Tak Dihukum, Tetap Yakin Istrinya Mimpi Lihat Ular
Pasalnya warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, tetap yakin istrinya melakukan hal tersebut akibat bermimpi melihat ular
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Pasalnya warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, tetap yakin istrinya melakukan hal tersebut akibat bermimpi melihat ular di badan suaminya ini.
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Saman Sihotang (54) meminta polisi tak memproses hukum istrinya, Atik Rusdiana Berutu (45), yang sudah membacoknya berkali-kali.
Pasalnya warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, tetap yakin istrinya melakukan hal tersebut akibat bermimpi melihat ular di badan suaminya ini.
Saman menyampaikan hal ini saat berbincang-bincang dengan Serambinews.com serta wartawan lainnya, Jumat (14/2/2020).
Saat menyampaikan hal ini, ia sedang dirawat di ruang rawat Gedung Batu-Batu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam.
Dalam wawancara dengan media, Saman mengaku sempat kaget ketika mendapat kabar istrinya diperiksa polisi.
• KPK Jebloskan Irwandi ke LP Sukamiskin Bandung, Darwati Sebut Suaminya Masuk ‘Pesantren’
Padahal, kata Saman kala dia ditanyai petugas reskrim Polsek Penanggalan juga sudah dijelaskan secara detail kronologis kejadian.
Saman juga telah memaparkan ke polisi yang datang menyangkut kondisi sang istri tengah saat ini.
”Waktu ada petugas kepolisian datang juga sudah saya jelaskan, saya bilang istri saya sakit, dan apa yang terjadi ini juga bukan disengaja,” kata Saman
Lebih jauh Saman menjelaskan, dia sempat berencana keluar dari RSUD menjemput sang istri di Polsek Penanggalan.
Dia tidak rela jika sang istri diperkarakan karena kasus pembacokan tersebut.
Malah Saman mengaku rela menggantikan istrinya untuk dihukum di Polsek Penanggalan.
Sebab, jika istrinya dihukum akan memperparah penyakit yang diderita saat ini.
• Warga Serbajadi Keluhkan Kantor KUA Sering Tutup

Sekarang saja, kata Saman kondisi sang istri memprihatinkan karena badannya masih didera penyakit.
Saman mengaku jika dia yang dihukum tidak masalah karena lukanya juga akan segera sembuh
Karenanya, Saman berkali-kali menyampaikan keyakinannya jika kasus pembacokan yang dialaminya merupakan naas tanpa ada unsur kesengajaan.
Sebab mereka selama ini hidup dalam rumah tangga harmonis.
Dia dan istri tidak pernah ada percekcokan.
“Jadi harapan saya mohon polisi tidak mempersoalkan masalah ini, istri saya tidak bersalah.
Ini murni mimpi bukan kesengajaan.
Jangan hukum istri saya karena dia juga sedang sakit, saya tidak mempermasalahkannya, saya anggap ini naas,” pungkas Saman.
Saman Sihotang (54) mengaku yakin istrinya bermimpi lihat ular, sehingga membacoknya berkali-kali dengan maksud membacok ular.
• Krueng Teukah Meluap, Puluhan Rumah di Kecamatan Pidie dan Kota Sigli Terendam Banjir
Seperti diberitakan sebelumnya, Saman Sihotang, dibacok istrinya saat mereka tidur bersama pada malam hari.
Saman menyampaikan hal ini saat berbincang-bincang dengan wartawan, Jumat (14/2/2020) di ruang rawat Gedung Batu-Batu RSUD Subulussalam.
Keyakinan Saman istrinya terbawa mimpi hingga melukai dirinya sangat beralasan.
Pertama, kata Saman, dia menikah dengan istri antara 8-12 Februari 1996 silam.
Nah, dalam kurun 24 tahun mengarungi mahligai rumah tangga, tidak pernah bertengkar dengan sang istri hingga main pukul.
”Sejak menikah entah tanggal 8 atau 12 Februari 1996 lalu, kalau katanya bertengkar, saya tokok sikit aja pun tidak pernah,” kata Saman
Selain itu, lanjut Saman sang istri sejak 2017 lalu terpaksa dirujuk ke RSUZA Banda Aceh menjalani pengobatan akibat menderita penyempitan pembuluh darah alias strok.
Bahkan, kata Saman mereka pindah dari tempat tinggal awal di Desa Penuntungan (SKPC) ke Kuta Tengah Penanggalan juga atas saran orang-orang kampung demi kesembuhan sang istri.
Setelah pindah, istri Saman mulai bisa berjalan walaupun belum pulih total.
Lantaran itu pula, Saman sangat yakin dengan alasan sang istri jika pembacokan itu dilakukannya karena mimpi melihat ular.
Saman sendiri tidak yakin jika sang istri sengaja membacoknya di alam sadar.
Sebab menurut Saman, jika melihat fisik istrinya saat ini, jangankan berantam didorong sedikit saja sebenarnya sudah terjatuh.
”Kalau kita lihatnya badannya, kalau kondisi seperti ini didorong saja udah jatuh, makanya saya yakin dia mimpi,” pungkas Saman.
Sebagaimana berita sebelumnya lagi, Saman Sihotang yang dibacok berkali-kali oleh istrinya, kini kondisinya berangsur pulih.
“Suah agak mendingan,” kata Saman di ruang rawat Gedung Batu-Batu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam.
Ketika ditanyai wartawan, Saman menceritakan dengan jelas kronogis peristiwa pembacokan yang dialami.
Dikatakan, siang sebelum insiden pembacokan menimpanya, dia membeli parang ke Terminal Terpadu Subulussalam.
Parang itu masih berbalut koran dan disimpan di ruang tengah rumahnya.
Malamnya, seperti biasa, Saman bersama istri Atik Rusdiana Berutu (45) dan dua anaknya tidur di ruang tengah dekat televisi.
Parang tersebut memang tidak jauh dari tempat mereka tidur.
Saman menambahkan jika sudah tidak menonton kata, mereka memadamkan lampu di ruang tengah.
Nah, beberapa saat setelah tidur sekitar pukul 23.30 WIB, terjadilah insiden pembacokan.
Kondisinya sudah kalut, ayunan parang membabi buta diayunkan ke tubuh Saman.
Dalam keadaan yang kalut tersebut, Saman teringat dengan anak perempuannya yang masih kecil seraya menyelamatkannya.
”Istri saya bilang nipe-nipe, nipe-nipe (ular-ular, ular-ular) teriaknya,” tutur Saman seraya menyampaikan darah di badan dan kepala terus mengucur.
Pascakejadian, kata Saman sang istri keluar dari pintu belakang, sedangkan Saman dari pintu depan.
Di depan rumah, dia meminta pertolongan kepada warga.
Saman pun ditolong dan diantar adik iparnya ke rumah sakit.
Namun, hingga dirawat di rumah sakit Saman sama sekali tidak pingsan alias tetap dalam kondisi sadar.
Ada sejumlah luka yang tubuh Saman antara lain tiga di bagian kepala, satu di wajah, lalu beberapa lainnya di punggung.
Saman mengaku jika dia dibacok akibat sang istri bermimpi melihat ular melilit tubuhnya.
Bahkan, lanjut Saman, saat dia sudah dirawat di RSUD sang istri tidak tau atas kejadian ini.
Dia, kata Saman menanyakan kepada anaknya kemana ayah mereka.
”Istri saya tidak tau ada kejadian, dia tanya ayah kalian kemana katanya sama anak saya,” papar Saman.
Sementara Kepolisian sektor Penanggalan, Polres Subulussalam melakukan pendalaman terkait kasus istri membacok suami di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan beberapa hari lalu.
”Kami sedang mendalami dan pelaku sudah ditanyai namun belum diintrogasi secara mendalam, korban juga belum diperiksa karena masih sakit,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono yang dikonfirmasi Serambinews.com melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Syahril Jumat (14/2/2020).
Menurut Kapolsek Iptu Syahril, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah saksi seperti tetangga korban dan abang kandung pelaku.
Menurut Iptu Syahril, sejauh ini pihaknya belum menyimpulkan insiden pembacok yang terjadi di wilayah hukumnya itu.
Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung. Pelaku bernama Ati Rusdiana Berutu (45) yang tak lain istri korban.
Sementara waktu berdasarkan pemeriksaan pelaku berlasan membacok suaminya yang tengah tidur karena mimpi melihat ular.
Dikatakan, pelaku mengaku bermimpi melihat ular sedang melilit tubuh suaminya.
Nah bermaksud menolong suami sang istri mengambil parang dan membacok ular tersebut.
Tapi bukannya ular melainkan sejumlah bagian tubuh sang suami mengalami luka berat seperti wajah, leher dan punggung.
“Lukanya cukup banyak makanya korban masih belum bisa diperiksa karena dalam perawatan,” ujar Kapolsek Iptu Syahril
Meski sudah memeriksa pelaku namun polisi belum menetapkan sebagai tersangka.
Jika alasan sang istri karena mimpi melihat ular sehingga membacok tubuh sang suami menurut Kapolsek Iptu Syahril tetap melawan hukum.
Secara hukum kasus tersebut tetap dikenai sanksi pidana. Namun untuk hal ini polisi masih menunggu pemeriksaan korban.
Polisi juga menggali informasi dari sejumlah pihak mengenai hal ini.
Pelaku sendiri menurut Kapolsek Iptu Syahril masih dalam kondisi sakit.
Sakit yang diderita pelaku membuat polisi belum melakukan tindakan hukum seperti penahanan.
Polisi menitipkan sementara waktu pelaku dalam tanggungjawab keluarganya yakni abang kandungnya serta desa.
”Karena pelaku sakit, dia masih konsumsi obat,” terang Iptu Syahril. (*)