Berita Gayo Lues

Diguyur Hujan Saat Panen Padi, Begini Kekhawatiran Petani di Gayo Lues

Namun dari satu sisi petani bersyukur setelah hujan mulai turun dan melanda daerah itu, tetapi dari sisi lain petani juga mulai kewalahan.

Diguyur Hujan Saat Panen Padi, Begini Kekhawatiran Petani di Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
ILUSTRASI - Memasuki pekan ke empat bulan ini, sejumlah petani di Pidie Jaya mulai memanen padi. 

Namun dari satu sisi petani bersyukur setelah hujan mulai turun dan melanda daerah itu, tetapi dari sisi lain petani juga mulai kewalahan.

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN-Hujan mulai turun dan melanda kabupaten Gayo Lues (Galus) dalam tiga hari terakhir ini setelah dilanda kemarau panjang sebelumnya.

Namun dari satu sisi petani bersyukur setelah hujan mulai turun dan melanda daerah itu, tetapi dari sisi lain petani juga mulai kewalahan.

Berdasarkan informasi yang diterima Serambinews.com, para petani yang sedang melakukan panen raya dibeberapa desa dan kecamatan itu mulai kewalahan dengan hasil panennya.

Dampak Corona, Perawat Ini Batalkan Pesta Pernikahan, Alasannya Bikin Banyak Orang Berterima Kasih

Akan Segera Naik Pelaminan, Sahrul Gunawan Sudah Berani Pamerkan Potret Calon Istri di Instagramnya

Balita Berhasil Diselamatkan Ayahnya Setelah Jatuh di Penampungan Air Pingsan, Begini Kondisinya

"Di saat musim hujan seperti saat ini, petani padi yang melakukan panen raya mulai kewalahan dengan hasil panennya, karena dikhawatir terendam dan basah.

Sehingga hasil panen itu bisa berdampak rusak atau lapuk serta merosot," sebut petani padi Zainudin di Rema dan Tampeng Kutapanjang kepada Serambinews.com, Sabtu (15/2/2020).

Begitu juga diakui petani padi di Desa Gantung Geluni dan Porang Ayu kecamatan Blangpegayon mengatakan, hasil panen kali ini terpaksa dijemur.

Harus dikeringkan kembali satu sampai dua hari, karena saat panen kemarin tanaman padi setelah dipanen dan dipotong basah diguyur hujan lebat.

Sehingga sangat dikhawatirkan hasil panen itu bisa rusak dan lapuk, bahkan juga sangat ditakutkan harga jualnya juga bisa-bisa turun dan anjlok.

"Petani yang sedang melakukan panen di Galus sangat kewalahan di musim hujan tersebut, bahkan hasil panennya juga banyak yang basah dan terendam air hujan dalam tiga hari terakhir ini,"sebutnya.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved