Berita Lhokseumawe
Begini Perkembangan Pencarian Anak Warga Aceh yang Dibawa Kabur Pengasuhnya di Malaysia
Hilangnya balita perempuan cantik ini akhir Januari 2020, namun hingga kini atau sudah dua pekan lebih, belum juga ditemukan.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Hilangnya balita perempuan cantik ini akhir Januari 2020, namun hingga kini atau sudah dua pekan lebih, belum juga ditemukan.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Alvi Hayati (2,7 tahun), anak warga Aceh yang selama ini tinggal di Gombak Selangor, Malaysia, hilang dibawa kabur pengasuhnya.
Hilangnya balita perempuan cantik ini akhir Januari 2020, namun hingga kini atau sudah dua pekan lebih, belum juga ditemukan.
Ketua Forum Solidaritas Ummah Bansigom Aceh di Malaysia, Bukhari, mengatakan hingga kini pihaknya masih mencari bocah ini.
Upaya yang telah mereka lakukan antara lain menyebarkan foto Alvi dan foto Rita selaku wanita yang membawa kabur Alvi.
Foto disebarkan ke seluruh pihak yang ada di Malaysia.
"Termasuk kepada jaringan kita yang ada di Sumatera Utara. Sehubungan Rita tersebut aslinya adalah warga Sumatera Utara," ujarnya.
• Ayah Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun Saat Ritual Usir Setan
• Harimau Pemangsa Masih Berkeliaran di Sultan Daulat, Kades Darul Makmur: Tadi Malam Ada Jejaknya
• Siswi SMA Diperkosa Usai Pesta Miras, Dua Siswi Lainnya Malah Rekam dan Sebar ke Grup WhatsApp
Bukhari juga mengatakan dirinya akan menjumpai Murshidah, ibunya Alvi.
"Sekarang posisi saya jauh dari tempat Murshidah. Jadi besok, Selasa baru saya ke tempat dia untuk membicarakan upaya-upaya lanjutan proses pencairan," pungkasnya.
Begini kronologisnya
Seperti diberitakan Serambinews.com kemarin, Alvi Hayati (2,7 tahun), anak warga Aceh yang selama ini tinggal di Gombak Selangor, Malaysia, hilang dibawa kabur pengasuhnya.
Hilangnya balita perempuan cantik ini akhir Januari 2020, namun hingga kini atau sudah dua pekan lebih, belum juga ditemukan.
Ketua Forum Solidaritas Ummah Bansigom Aceh di Malaysia, Bukhari menyampaikan informasi ini kepada Serambinews.com, Minggu (16/2/2020).
Bukhari, menceritakan, nama ibu dari Alvi adalah Murshidah (29) asal Cot Rabo Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
"Jadi, pada Juni 2019, Murshidah berkenalan dengan seorang wanita asal Sumatera Utara atas nama Rita.
Saat itu Rita pun sering datang ke tempat kerja yang sekaligus memang tempat tinggal Murshidah, sehingga mereka pun menjadi teman baik," ujar Bukhari.
Seiring waktu, atau pada awal Januari 2020, Rita pun menawarkan agar anak Murshidah tinggal bersamanya.
Apalagi mengingat Rita tidak memiliki anak.
"Karena sudah merasa jadi sahabat, Murshidah pun memenuhi permintaan Rita.
Sehingga pada 24 Januari 2020, Murshidah pun mengantarkan anaknya ke empat tinggal Rita yang berjarak sekitar lima kilometer dari tempat kerjanya," jelasnya.
Sejak saat itu, Murshidah selalu menghubungi Rita via telepon untuk mempertanyakan kondisi anaknya.
Selain itu, sehabis jam kerja, Murshidah datang ke rumah Rita.
Sehingga masalah baru muncul pada 29 Januari 2019 lalu.
Saat Murshidah menghubungi Rita, handphonenya tidak aktif.
"Merasa gelisah, maka Murshidah pun datang ke rumah Rita, namun rumahnya sudah tergembok. Rita pun telah pergi membawa serta anaknya Murshidah," kata Bukhari.
Bukhari menambahkan sekitar dua hari lalu, kejadian ini pun dilaporkan kepada pihaknya.
"Kini kami sedang melakukan upaya pencarian," pungkas Bukhari, didampingi Wakilnya Teungku Mustafa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anak-aceh-alvi-inayati-yang-diduga-dibawa-kabur-pengasuhnua-di-malaysia.jpg)