Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Kepala Kesbangpol Abdya Menilai Banyak Generasi Muda Percaya Isu Hoax

Kakesbangpol Abdya, Jufri Yusuf SAg MM menilai banyak generasi dan tokoh masyarakat masih mudah percaya dengan isu hoax yang beredar di media sosial

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Sebanyak seratusan peserta mengikuti sosialisasi Pemantapan Nilai Sejarah Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Kesbangpol Abdya bekerjasama dengan Kesbangpol Aceh, Selasa (18/2/2020) di Aula Kesbangpol Abdya. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Abdya, Jufri Yusuf SAg MM menilai banyak generasi dan tokoh masyarakat masih mudah percaya dengan isu hoax yang beredar di media sosial.

Hal tersebut disampaikan olrh Kepala Kesbangpol Abdya, Jufri SAg MM di depan tokoh agama dan masyarakat saat membuka acara sosialisasi Pemantapan Nilai Sejarah Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Kesbangpol Abdya bekerjasama dengan Kesbangpol Aceh, Selasa (18/2/2020) di Aula Kesbangpol Abdya.

"Harus diakui atau tidak, permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini sangatlah kompleks. Bahkan, isu hoax saja bisa membuat kita terpecah bela," ujar Kepala Kesbangpol Abdya, Jufri Yusuf SAg MM.

Selawat Badar Sambut Kapolda Aceh yang Baru, Irjen Pol Wahyu Widada

Hal itu disebabkan, kata Jufri, karena banyak pihak yang nilai karekter dan pemahaman sejarah mulai terkikis, sehingga tidak dapat membedakan mana informasi yang benar dan informasi tidak benar.

"Salah satu contoh. Saat ini, masih ada tokoh masyarakat yang tidak tahu, bahwa palu arit adalah lambang organisasi yang dilarang. Sehingga dia merasa tidak bersalah saat memakai lambang kelompok PKI tersebut," katanya.

Bahkan, tambahnya, lebih ironis lagi, masih ada masyarakat, dan generasi muda yang tidak hafal tentang lima butir Pancasila.

Hal itu disebabkan, para generasi muda sudah terbawa arus globaloasi, dan terjerumus dengan barang-barang haram.

Siap-Siap, Grow with Google akan Hadir di Aceh, Membantu Usaha Kecil Bersaing di Era Digital

"Ini kan ironis, jangankan 36 butir-butir Pancasila, lima sila saja mereka tidak hafal," sebutnya.

Ia berharap dengan dilaksanakan sosialisasi pemantapan nilai sejarah karakter itu, bisa menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam mengamalkan tentang wawasan kebangsaan.

"Setidaknya dengan adanya kegiatan ini, selain bisa diimplemantasikan pada diri sendiri, juga bisa membendung arus globalisasi dan isu hoax, yang bisa memecah belakan bangsa kita," cetusnya.

Menurutnya, bangsa ini bisa menjadi bangsa besar dan disegani oleh bangsa lain, jika sudah terbentuknya karakter sejak dini kepada para generasi bangsa dan generasi penerus.

Hal itu pula, katanya, kini menjadi instruksi presiden dan wakil presiden, yang menggalakkan sebuah gerakan yang bernama Gerakan Nasional Revolusi Mental.

"Salah satu yang dilakukan ya melalui pelayanan yang prima, pada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku, inu juga bentuk revolusi mental," tegasnya.

Abdullah Puteh Usulkan Taman Nasional Gunung Leuser Jadi Destinasi Pariwisata Prioritas

Jufri menyebutka kegiatan itu, dilaksanakan sehari penuh dan diikuti oleh 100 orang peserta dari unsur tokoh agama, tokoh pemuda, perempuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved