Berita Aceh Barat
Bupati Aceh Barat Angkat Bicara Terkait Beredarnya Video Perkelahian di Pendopo
“Saat dia berdiri tangan Zahidin sudah siap mengarah kepada saya, lalu saya dengan cepat mendorong tangannya agar tidak mengenai saya sambil berdiri.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
“Saat dia berdiri tangan Zahidin sudah siap mengarah kepada saya, lalu saya dengan cepat mendorong tangannya agar tidak mengenai saya sambil berdiri. Sehingga tidak benar jika saya memukulnya, tetapi hanya mendorongnya saja,” ungkap Ramli MS.
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM,MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Ramli MS memberikan klarifikan terkait beredarnya video perkelahian yang terjadi di pendopo bupati di kawasan Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan.
Dalam kasus itu ia mengaku, tidak pernah melakukan pemukulan terhadap salah satu tamu yang bernama Zahidin dari Bakongan, Aceh Selatan yang datang menagih hutang kepadanya Selasa, (18/2/2020) jelang magrib.
Bupati Aceh Barat, Ramli MS dalam jumpa pers dengan wartawan di pendopo bupati setempat mengatakan, peristiwa yang terjadi di halaman belakang pendopo itu tidak seperti anggapan, bahwa dirinya telah memukul Zahidin.
Ia membatah, jika pada saat itu dirinya telah melakukan pemukulan terhadap Zahidin .
Dijelaskannya, ketika peristiwa itu berlangsung, ia hanya mendorong tangan Zahidin lantaran sudah mengarah kepadanya.
Sebelumnya, mereka dalam posisi duduk, lalu berdiri dengan kanan menuju ke arahnya.
• Viral, Video Seorang Pasien Memainkan Biola Saat Proses Operasi Otak Sedang Berlangsung
“Saat dia berdiri tangan Zahidin sudah siap mengarah kepada saya, lalu saya dengan cepat mendorong tangannya agar tidak mengenai saya sambil berdiri. Sehingga tidak benar jika saya memukulnya, tetapi hanya mendorongnya saja,” ungkap Ramli MS.
Dikatakannya, bahwa saat didatangi oleh Zahidin bersama rekan-rekannya, Ramli MS menyambut baik kedatangan mereka.
Lantaran ia mengira, Zahidin akan membicarakan masalah majelis taklim.
Akan tetapi saat itu, Zahidin bersama dengan keempat rekannya tersebut saat memperkenalkan diri menyebutkan bahwa maksud kedatangannya sebagai kuasa hukum Akrim.
Mereka itu datang berjumlah lima orang.
Ia mengaku ustad dari Aceh Selatan dan mengatakan pernah mendoakan dirinya, agar menjadi bupati saat Pilkada lalu.
"Dan Alhamdulillah bapak jadi bupati berkat doa saya. Dan saat itu Akrim juga memberikan kerbau sama saya untuk kenduri dan Alhamdulillah bapak jadi bupati. Setelah itu dia bilang saya ada persoalan sama bapak, ada persoalan penagihan,” kata Ramli menirukan Zahidin.
Karena disebutkan adanya penagihan, lalu Ramli mengaku dirinya bertanya kepada Zahidin, penagihan terkait hal apa.
Kemudian, Zahidin menunjukkan surat dengan kop bertuliskan Jurnal Bhayangkara news.
Melihat surat tersebut, Ramli mengatakan jika surat tersebut pernah ia terima sebelumnya.
• Pulang Ziarah Kubur Hari ke-3, Keluarga Tersenyum Bareng Foto Ashraf Sinclair, Sang Adik Curhat Pilu
Ia mengira surat Jurnal Bhayangkara News yang ditunjukkan kepadanya itu merupakan surat tugas media yang pernah ia disposisikan kepada Sekretariat Daerah (Sekda) setempat untuk ditelaah.
“Jadi saat itu ia menunjukkan surat ini kepada saya. Memang sebelumnya surat tersebut pernah diterimanya dan saya menuliskan untuk menghadapi sekda dan akhirnya mereka telaah dan dibuka semuanya, dan setelah mereka telaah bahwa apa yang tertera di sini tidak ada sangkut pautnya dengan saya sama sekali,” ujarnya.
Menurutnya, dalam surat dengan kop Jurnal Bhayangkara yang menyebutkan, tentang tagihan hutang yang dituduhkan atas dirinya itu sama sekali tidak ada hubungannya.
Lantaran berdasarkan surat tersebut yang mengambil uang orang lain.
Namun anehnya menurut Ramli, malah dibebankan kepada dirinya.
Ramli menambahkan, berdasarkan catatan dalam surat tersebut, atas hutang berjumlah Rp 279 juta, guna kepentingan pelantikannya sebagai bupati terpilih tahun 2017 lalu tidak benar dan tidak ada kaitannya sama sekali.
• BPN Aceh, Pemanfaatan Zona Nilai Tanah dapat Mendongkrak PAD Bener Meriah
Ramli menjelaskan kepada Zahidin, tidak ada kaitan atas hutang tersebut dengannya.
Namun Zahidin diakuinya seperti memaksa, agar dirinya bertanggung jawab membayar uang tersebut.
Tapi Ramli MS menolak bertanggung jawab, lantaran merasa tidak ada hubungan dengan dirinya.
“Lalu saya bilang apa yang harus saya tanggung jawab tidak ada hubungannya dengan saya, jadi apa yang saya bayar saya pun tidak tahu. Lalu saya kayak dipaksa, kayak diperas saya, tapi dia tetap bilang hutang itu harus bayar, nggak mau saya bilang,” kata Ramli.
Saat Ramli menyatakan itu pada Zahidin, posisi keduanya sedang duduk berdekatan.
Tangan Ramli tanpa sengaja menyentuh lutut Zahidin.
Lantaran tidak menerima lututnya tersebut tersentuh, lalu kata Ramli, Zahidin pun berdiri sambil menanyakan kenapa memegang dirinya.
Saat dalam posisi berdiri itu, kata dia, Zahidin mengarahkan tangannya ke bupati dengan posisi jari-jari seperti hendak mendorongnya.
Lantaran melihat kondisi tersebutlah, Ramli MS dengan cepat bangun mendorong tangan Zahidin.
• VIDEO - Gadis Cantik Asal Sumatera Utara Masuk Islam di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh
“Jadi saat saya menolak dan bilang tidak mau, posisi tangan saya tidak sengaja terkena dia. Lalu dia bilang jangan pegang-pegang saya. Lalu saya tanya bagaimana juga dalam bahasa Acehnya pokoknya pakiban-pakiban, saat saya bilang pakiban-pakiban dia bangun tangannya sudah ke arah saya. Saya doronglah tangannya takut terkena saya. Jadi tidak benar saya memukul dia,” ungkapnya.
Setelah itu, ia mendorong tangan Zahidin dan empat rekan Zahidin lainnya saat itu mengangkat kursi.
Namun Ramli mengaku, tidak tahu kenapa kursi-tersebut diangkat oleh rekan-rekan Zahidin.
Lantaran ajudan dan beberapa stafnya, langsung menyuruhnya masuk dalam pendopo.
“Saya pikir dia seorang ustad yang datang kepada saya untuk membicarakan masalah kegiatan majelis taklim, tetapi rupanya dia seorang Debt Collector tukang tagih hutang ke saya. Dan sejauh ini saya sama sekali tidak pernah berhutang kepadanya, kok kepada saya ditagihnya,” imbuh Ramli MS.
Tanggapan korban: saya dipukul di wajah
• Muspika Darul Makmur Nagan Raya Bantu Sembako untuk Korban Kebakaran
Sementara Tgk Zahidin alis Tgk Jangut yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (20/2/2020) secara terpisah mengaku, dipukul di bagian wajah sebelah kiri oleh bupati Ramli MS.
Saat ia menagih hutang di Pendopo, pada Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dimana hutang yang masih tersisa menurutnya sekitar Rp 270 juta lagi.
Namun saat itu ia mengaku, justru terkena pukul sebelah kiri dan dikeroyok hingga babak belur.
Dikatakannya, 10 hari sebelumnya dia mengaku telah membuat tagihan dan telah diparaf oleh Sekda Aceh Barat.
Namun singkat cerita, usai mendapatkan pengakuan sekda bahwa masalah tersebut tidak ada kaitan dengan sekda, sehingga mereka mendatangi bupati untuk menagih hutang yang masih tersisa tersebut.
Zahidin mengaku, datang bersama dengan teman-temannya sekitar delapan orang untuk menjumpai bupati di pendopo.
• Camat Meureubo Buka Penyegelan Kantor Keuchik Reudeup di Aceh Barat
Saat itu, keadannya harus antre dengan tamu-tamu lainnya yang juga datang sore itu.
Namun saat mereka berjumpa, ia mengaku memperkenalkan dirinya kepada bupati.
Bahwa sebelumnya dia juga ikut berdoa kepada Ramli MS, agar menjadi bupati dengan memotong satu ekor kerbau yang diberikan oleh Akrim dari Meulaboh dan dibawa ke Bakongan.
“Saat berjumpa saya memperkenalkan diri bahwa saya adalah satu yang mendoakan bapak, dan benar saya berdoa hinga memotong satu ekor kerbau yang diberikan Akrim, dan kerbau itu dari Meulaboh saya bawa pulang ke Bakongan,” jelas Zahidin.
Lalu Zahidin mengatakan, bahwa ia utusan dari Akrim untuk datang menagih hutang.
Menurutnya, saat disampaikan kepada bupati bahwa dirinya merupakan abang dari si Akrim pemilik uang.
• Sembilan Gampong di Bener Meriah Terima Dana Desa
“Saya ini pak bupati abang dari si Akrim saya bilang. Dan saya ini datang untuk menagih hutang sedikit lagi sekitar Rp 270 juta. Oh tidak saya ambil itu si rowon, berkilahnya,” kata Zahidin meniru ucapan Bupati Ramli MS.
Lebih lanjut cerita Zahidin, bahwa dirinya mengaku datang ke bupati tidak mungkin kalau hutang tersebut tidak dibayar dan harus bertanggung jawab.
Sebab dirinya mengaku malu kepada Akrim, jika hutang tersebut tidak dibayar.
Sehingga lebih lanjut cerita Zahidin, hingga terdengar Bupati Ramli berbicara dengan suara besar dan ia meminta agar jangan besar-besar suara.
“Saat terjadi perbicangan itu dia sempat bersuara besar, lalu saya bilang o jangan besar suara. Dia pikir saya takut saat dia mengertak saya, sehingga dia memegang kerah baju saya, lalu saya bilang jangan pegang-pegang saya dan saat itu langsung menghantam saya yang mengenai wajah sebelah kiri, dan setelah itu langsung dikeroyok, dan saat saya mengambil langkah untuk membalas tidak sempat lagi membalasnya,” jelas Zahidin.
Dia mengaku dikeroyok hampir 20 orang, seperti yang terlihat dalam video.
Saat itu kawan-kawannya melarikan diri dari lokasi kejadian, aku Zahidin.
Sehingga, dia tinggal sendiri hingga babak belur.
“Saat ini saya mengalami patah tulang rusuk dan wajah yang terkena pukulan, serta mengalami gangguan pernapasan, maklum saya kena keroyok,” tutup Tgk Jangut. (*)
• Jadi Lokasi Perekaman E-KTP, Seribuan Warga Bireuen Antrean di Sukma
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/klarifikasi-bupati-aceh-barat-terkait-pemukulan.jpg)