Breaking News:

Pertanian

Latih Petani Pemula Menanam Bawang, Distanbunak Libatkan Swasta

Mengingat ini petani pemula, maka seluruh kegiatannya akan dibimbing, termasuk kami bantu membuatkan MoU pembelian hasil panen

SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Menyusul pasokan bawang yang melimpah dalam dua pekan terakhir, menyebabkan harga bawang merah di sejumlah pedagang eceran di Kabupaten Pidie Jaya anjlok. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang melatih sejumlah petani pemula menanam bawang.

Kegiatan yang dipusatkan di Kecamtan Bandamulia ini melibatkan pihak swasta yang berperan membantu sebagian modal dan nantinya membeli seluruh produksi bawang tersebut.

Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus menyebutkan pelatihan ini difokuskan kepada petani pemula yang ada di sepuluh kampung di Bandamulia. Sejauh ini lahan yang tersedia seluas tiga hektare.

“Mengingat ini petani pemula, maka seluruh kegiatannya akan dibimbing, termasuk kami bantu membuatkan MoU pembelian hasil panen” kata Yunus, Jumat (21/2/2020).

Program menanam bawang ini sendiri dijelaskannya berawal dari keberhasilan sekelompok petani pemula menanam bawang. Hasil panen yang tergolong besar memicu petani lain menanam komoditas serupa.

“Ini kan pengalaman pertama mereka, jangan sampai harapan yang tinggi atas hasil panen pupus karena salah kelola. Makanya kami mendamingi proses penanaman hingga panen,” lanjut Yunus.

Shalat Jumat Perdana di Masjid Agung Baitul Ghafur Disesaki Jamaah, Suara Sound Sistem Sangat Lemah

Pohon Tumbang di Lembah Seulawah Tutupi Jalan Nasional Banda Aceh-Medan

Abusyik Nyetir Mobil Hingga Terobos Sungai, Saat Boyong Rombongan Mahasiswa Unsyiah ke Kebun

Dia menjadwalkan penanaman perdana bawang ini dilakukan April.

“Tapi pengerjaannya dimulai Maret, sudah tahap penyemaian,” tuturnya.

Terpisah, Camat Bandamulia Muhammad Farij mengatakan pelatihan ini merupakan program kecamatan dengan memberdayakan dana desa.

Menurutnya kebijakan ini bagian dari memanfaatkan dana desa untuk memberdayakan masyarakat lebih produktif.

Farij menjelaskan dipilihnya bawang sebagai komoditas tanaman untuk menyiasati musim gaduh yang biasanya terjadi pada periode Mei hingga Juni.

Saat itu curah hujan cukup rendah, namun petani tetap bertekad menanam padi.

“Sistem pertanian di sini masih tadah hujan, jadi potensi gagal panen sangat tinggi saat musim gaduh. Makanya dipilih tanaman alternatif berupa bawang,” beber Farij.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved