Jumat, 24 April 2026

Usaha Kreatif

Parfum "That Mangat Bee" di Pedalaman Aceh Utara Mulai Merambah Pasar Nasional

Kini ia kembali membuat inovasi, dengan memanfatkan hasil nilam masyarakat, berupa pembuatan parfum dan pewangi mobil.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/SAIFUL BAHRI
Keuchik Kilometer VIII memperlihatkan parfum yang diproduksi pihaknya 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Keuchik Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Mahyeddin Abubakar merupakan sosok yang memiliki keinginan kuat untuk terus menciptakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam upaya membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Sekitar satu tahun lalu, dirinya membuat terobosan dengan membuka usaha kerupuk jengkol dengan memanfatkan jengkol dari kebun masyarakat.

Kini ia kembali membuat inovasi, dengan memanfatkan hasil nilam masyarakat, berupa pembuatan parfum dan pewangi mobil.

Parfum yang dibuat di desa pedalaman Aceh Utara tersebut diberi nama dengan "That Mangat Bee" yang merupakan bahasa Aceh. Bila diartikan "Sangat Wangi".

Parfum yang diraciknya pun kini mulai dipasarkan, bahkan hingga sampai ke Jakarta.

Mahyeddin, menceritakan, ilmu meracik parfum dan pewangi mobil ini diperolehnya melalui pelatihan yang digelar pihak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Aceh Utara, pada pertengahan tahun 2019.

Bermodal ilmu pengetahuan tersebut dan ditambah dengan adanya produksi nilam di desanya, maka dia pun mulai mencoba meracik menjadi parfum yang wangi dan awet.

Untuk memulai usaha tersebut, dirinya pun membentuk kelompok masyarakat.

"Untuk tahap awal ini ada tiga masyarakat yang bekerja sekaligus anggota," katanya.

Sedangkan proses pembuatan parfum dan pewangi mobil tersebut dimulai ada Oktober 2019.

Dimana diawali mengolah nilam yang dibeli dari masyarakat menjadi minyak.

Setelah itu dirinya juga membeli bakal farfum sesuai aroma yang diinginkan, alkohol yang tidak mengandung khamar dan botol dari toko grosir parfum.

Setelah itu baru dimulai proses peracikan diawali dengan mengaduk minyak nilam, bakal parfum dan alkohol yang tidak mengandung khamar.

Minum Campuran Bayam, Wortel, dan Lemon di Pagi Hari Saat Perut Kosong, Tubuh Bersih dari Racun

Korem Teuku Umar Laksanakan Olahraga Bersama, Ini Pesan Danrem

Bupati Mursil Ajak SKPK di Aceh Tamiang Keroyok Tamsar 27, Benahi Lokasi Wisata yang Menakjubkan

Komposisinya, 80 persen bakal parfum, 20 persen alkohol non khamar dan 10 persen minyak nilam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved