Petugas Registrasi
152 Petugas Registrasi Gampong di Abdya Dilatih, Ini Permintaan Wakil Bupati
Muslizar meminta persoalan tingginya masyarakat belum melakukan perekaman di Abdya, bisa diselesaikan dalam waktu dekat, terlebih sudah ada para petug
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Aceh Barat Data (Abdya) menggelar pelatihan registrasi terhadap 152 petugas registrasi gampong (PRG), Selasa (25/2/2020) di Aula DPRK Abdya.
152 peserta PRG itu, akan dilatih tentang cara melakukan pendataan dan registrasi kependudukan selama dua hari.
Kepala Disdukcapil Abdya, Rajul Asmar SE mengatakan pelatihan registrasi itu dilakukan untuk mewujudkan tertib adminitrasi kependudukan di Abdya.
"Kita berharap, dengan pelatihan kepada PRG ini, bisa menambah wawasan para petugas, dalam menyadarkan masyarakat Abdya untuk melakukan perekaman," ujar Kepala Disdukcapil Abdya, Rajul Asmar SE, Selasa (25/2/2020).
Ia menyebutkan, pelatihan para petugas PRG itu, menghadirkan lima pemateri dari Ditjen Kependudukan Kemendagri RI dan para petugas Disdukcapil Abdya.
• Sudah 25 Tahun Mengabdi, Pramugari Ini Justru Dipecat Gara-gara Kelebihan Berat Badan 0,7 Kilogram
• Batal Nikah, Pria Ini Sebar Video Intim dengan Mantan di Facebook, Korban Bongkar Perilaku Pelaku
"Insya Allah, dalam mengurangi angka masyarakat yang belum memiliki data kependudukan, kita akan melakulan jemput bola, dalam seminggu tiga kali kita turun ke lapangan," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT dalam sambutanya menyambut baik atas dilaksanakan pelatihan terhadap 152 PRG.
Ia meminta, persoalan 11.763 orang yang belum memiliki perekaman seperti yang dimuat di media beberapa waktu lalu, bisa teratasi dalam waktu dekat.
Bahkan, Muslizar meminta pemberitaan media tersebut, sebagai bahan intropeksi petugas, Disdukcapil dan semua pihak untuk meningka
tkan pelayanan terhadap masyarakat.
"Hari ini, kita jangan bahas siapa salah dan dimana salah, apalagi saling menyalahkan, itu tidak baik, tapi itu batu loncatan kita semua," kata Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT.
Muslizar meminta persoalan tingginya masyarakat belum melakukan perekaman di Abdya, bisa diselesaikan dalam waktu dekat, terlebih sudah ada para petugas di seluruh gampong.
"Saya berharap, dengan sistem jemput bola ini, persoalan 11 ribu lebih masyarakat yang belum melakukan perekaman bisa tuntas pada akhir Maret 2020. Sehingga, seluruh masyarakat yang sudah berumur 17 tahun, sudah melakukan perekaman," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pendamping-desa.jpg)