Berita Langsa

Pelajar di Langsa Diminta jangan Berwatak Preman, Harus Belajar Alquran Bakda Magrib

Selanjutnya, jelas M Husin, Wali Kota Langsa selalu mewanti-wanti agar pelajar tidak berwatak preman, sebagai mana viral di media sosial seorang siswa

Dok Humas Pemko Langsa
M Husin saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 3 Langsa. 

Selanjutnya, jelas M Husin, Wali Kota Langsa selalu mewanti-wanti agar pelajar tidak berwatak preman, sebagai mana viral di media sosial seorang siswa

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kabag Humas dan Protokol Setdako Langsa, M Husin SSos MM mengatakan, untuk dapat memperkuat karakter peserta didik harus melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga.

Tujuannya, sebut M Husin, agar dapat merevitalisasikan dan memperkuat potensi, kompetensi pendidik, tenaga pendidik, peserta didik, masyarakat dan lingkungan keluarga.

Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol ini, saat menjadi Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 3 Langsa, Senin (24/02/2010).

M Husin menambahkan, kombinasi Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat merupakan unsur inti dalam Implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Untuk itu Pemko Langsa telah mengefektifkan Qanun Nomor : 6 Tahun 2016 tentang jam malam bagi siswa dan siswi, dengan tujuan meningkatkan kualitas anak usia pelajar di Kota Langsa agar menghindari dari kegiatan yang kurang bermanfaat, dan harus belajar Alquran ba’da magrib.

Pemerintah Aceh Harus Lebih Konsisten Kurangi Kemiskinan 

Proyek Pelebaran Badan Jalan Blangkejeren - Kutacane di Simpur, Arus Transportasi Terganggu

Pelantikan Keuchik di Aceh Utara Dihadiri Ratusan Warga, Ini Pesan Camat

Selanjutnya, jelas M Husin, Wali Kota Langsa selalu mewanti-wanti agar pelajar tidak berwatak preman, sebagai mana viral di media sosial seorang siswa dianiaya oleh tiga siswa lainnya.

"Hal ini berarti sekolah sudah dijadikan darurat kekerasan, bagaimana dengan pembinaan moral dan akhlak oleh dewan guru," kata Husin yang dikenal sebagai Juru Pomp-Pomp di Pemko Langsa ini.

Oleh sebab itu, timpal Husin, guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik.

Guru tidak hanya membagi pengetahuan karena akan ada masanya guru ditinggalkan.

Google lebih cerdas dan lebih banyak tahu dari pada guru, tetapi guru juga harus mentrasfer adab, ketaqwaan dan keiklasan.

Maka guru akan selalu dibutuhkan kerena Google tidak memiliki semua itu. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved