Kupi Beungoh
Pemerintah Aceh Harus Lebih Konsisten Kurangi Kemiskinan
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini 810 ribu orang atau 15,01 persen.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini 810 ribu orang atau 15,01 persen.
Penulis Mawardi Nur, Sarjana Ekonomi Trisakti, Pendiri Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jakarta (Kompa Jaya), dan Pendiri LSM The Aceh Human. Saat ini menetap di Los Angeles, California, Amerika Serikat
TENTU kita belum lupa dengan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Januari 2020, bahwa Aceh masih bertahan sebagai provinsi termiskin di Pulau Sumatera.
Sedangkan secara keseluruhan berada di peringkat enam provinsi termiskin di Indonesia.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini 810 ribu orang atau 15,01 persen.
Hal ini menandakan pertumbuhan ekonomi Aceh sangat lambat, sehingga tidak mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat di provinsi ini.
Padahal Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sangat besar.
• Hasil pertemuan : Raja Setuju Lantik Mahathir Sebagai Perdana Menteri Sementara
Ditambah lagi dana Otonomi Khusus (Otsus) yang juga sangat besar dan tak dimiliki provinsi lain di Indonesia, kecuali Papua.
Oleh karena itu, semestinya Pemerintah Aceh harus lebih konsisten mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
Salah satu caranya memunculkan iklim investasi produktif yang dapat menguntungkan masyarakat, salah satunya kalangan petani.
Hal ini tentu bisa dilakukan melalui pengalokasian APBA secara transparans dan tepat sasaran.
Selain itu, juga melibatkan banyak pihak, seperti para akademisi dan LSM dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Tujuannya agar mampu meningkatkan daya saing yang kuat di masyarakat.
Di samping juga terbukanya peluang lapangan pekerjaan guna membantu menurunkan angka kemiskinan di Aceh.
• Tingkatkan Konektivitas, Kementerian PUPR Awali Pembangunan Dua Ruas Jalan Lintas Tengah Aceh
Prioritaskan rumah duafa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penulis-kupi-beungoh-mawardi-nur.jpg)