Berita Pidie

Hasil Pengujian DLH Pidie, Air Sungai Tiro Terpapar Limbah Pabrik Sagu dan Tahu

Sehingga ikan di dalam sungai mati. Tak hanya itu, warga mengalami gatal-gatal gatal-gatal terkena air sungai saat menjaring ikan.

Hasil Pengujian DLH Pidie, Air Sungai Tiro Terpapar Limbah Pabrik Sagu dan Tahu
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Warga melihat air sungai berubah hitam di Gampong Sukon, Kecamatan Kembang Tanjong. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Hasil pengujian air pada laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie bahwa penyebab air sungai Tiro berubah warna hitam pekat akibat terpapar limbah sagu dan tahu.

Untuk diketahui, air Sungai Tiro mendadak berubah hitam yang terjadi, Selasa (28/1/2020).

Sehingga ikan di dalam sungai mati. Tak hanya itu, warga mengalami gatal-gatal gatal-gatal terkena air sungai saat menjaring ikan.

"Berdasarkan analisa sampel air sungai yang diambil di Gampong Sukon, Kecamatan Kembang Tanjong, bahwa air Sungai Tiro berubah hitam diduga tercemar limbah pabrik tahu dan sagu," kata Kepala DLH Pidie, Safrizal kepada Serambinews.com, Kamis (27/2/2020) mengatakan,

Dikatakan, hasil uji laboratorium di DLH Pidie dengan melakukan analisa air limbah pabrik tahu yang berada di Gampong Adan Jumpoi dan limbah pabrik sagu di Gampong Cot Kuthang, Kecamatan Mutiara Timur.

Hutan Aceh Timur Menyusut 1.547 Hektar tahun 2019

Tangkap Harimau Berkeliaran di Subulussalam, BKSDA Mulai Pasang Perangkap

BNN Pusat Jemput Napi Sabu Kelas Kakap di LP Narkotika Langsa

"Hasil analisa pengaruh berubah air sungai itu disebabkan buangan limbah pabrik tahu dan sagu," tegasnya.

Ia menyebutkan, analisa terhadap air sebelum dan sesudah pabrik tersebut menunjukan nilai DOB melebihi baku mutu air sungai.

Di mana dengan tingginya nilai DOB, maka menyebabkan air buangan limbah pabrik tersebut dapat mempengaruhi kualitas air sungai.

"Kedua pabrik tersebut belum melakukan pengolahan air limbah buangan. Juga belum membuat Instalasi Pengelohan Air Limbah ( IPAL). Kita imbau kepada kedua pabrik tersebut, agar segera membuat IPAL," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved