Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Kelas Baru tidak Nyaman, Siswa SD Bukit Rata Belajar di Lorong

SD Negeri Bukit Rata, Aceh Tamiang terpaksa melaksanakan aktivitas belajar di sebuah lorong yang berada di belakang sekolah tersebut....

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Sebuah lorong yang berada di belakang SDN Bukit Rata, Aceh Tamiang terpaksa difungsikan sebagai ruang belajar. 

Kelas Baru tidak Nyaman, Siswa SD Bukit Rata Belajar di Lorong

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – SD Negeri Bukit Rata, Aceh Tamiang terpaksa melaksanakan aktivitas belajar di sebuah lorong yang berada di belakang sekolah tersebut.

Lorong sempit yang diperkirakan berukuran dua meter dan memanjang 12 meter itu disulap menjadi dua ruangan belajar untuk murid kelas dua. Kondisi ini sangat tidak layak karena tembok sekolah yang dijadikan dinding ruangan belajar menyisakan celah yang membuat siswa terpapar terik matahari dan hujan.

Mirisinya sekolah yang memiliki 367 siswa ini punya gedung baru dua lantai yang baru saja selesai dikerjakan. Sayangnya empat ruangan yang berada di lantai dua tidak bisa difungsikan akibat kualitas yang dinilai tidak mendukung.

“Sebelumnya sempat menggunakan ruangan di atas (gedung baru). Tapi karena kondisinya begitu, banyak debu, tidak nyaman. Terpaksa kami pindahkan ke lorong,” kata seorang guru, Rabu (26/2/2020).

31 Guru MAN Model Banda Aceh Ikuti Simulasi AKM, Ini Tujuannya

Terkait Persoalan Guru Honorer, Komisi I DPRK dan Disdikbud Aceh Selatan Gelar Rapat

Juli FC Menang Adu Penalti, Petang Ini, Bintang Selatan Lawan PSPR

Keberadaan gedung baru yang dibangun menggunakan dana Otsus 2019 senilai Rp 1,8 miliar itu pun mubazir. Guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu menjelaskan tidak terpakainya gedung baru itu membuat sekolah kekurangan ruangan. Selain harus memindahkan siswa ke lorong, pihak sekolah juga terpaksa menggeser sejumlah kelas masuk siang.

“Kalau gedung barunya bisa dipakai, sudah cukup. Tidak perlu ada yang masuk siang” katanya.

Kondisi ini pun menarik perhatian Komisi I DPRK Aceh Tamiang yang langsung melakukan peninjauan langsung pada Rabu (26/2/2020). Saat menelusuri gedung baru yang terletak di sisi kanan sekolah, dewan menyebut kualitas pengerjaan tidak sesuai dengan anggaran Rp 1,8 miliar.

“Ini sangat tidak layak, lihat saja lantainya yang masih cor level dan sangat kasar. Sebagian dindingnya juga sudah pecah dan retak,” kata Ketua Komisi I, Muhammad Irwan.

Irwan bersama enam anggota komisi lainnya pun sangat menyesalkan lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, sehingga pembangunan objek yang sangat penting bagi pendidikan terkesan dikerjakan tidak serius.

“Ini sudah melenceng dari visi misi kita bersama untuk membangun pendidikan. Sangat miris melihat anak-anak kita hari ini masih belajar di lorong, padahal pemerintah sudah mengucurkan dana yang begitu besar,” timpal Wakil Ketua Komisi I Maulizar Zikri.

Sayangnya dalam peninjauan langsung itu, Komisi I tidak bertemu Plt Kepala SDN Bukit Rata, Nurmalawati yang tidak berada di tempat.(*)

Abu Razak Lantik Pengkab PDBI Bireuen, Ini Pengurus yang Dilantik

Abusyik Kecewa Kesiapan PORA di Pidie Masih Nihil, Begini Tanggapan Anggota DPRA dari Partai Aceh

Terdakwa Bunuh Selingkuhan Istri Divonis 20 Tahun di Nagan Raya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved