Berita Gayo Lues
Mahasiswa STAIN Gajah Putih Laksanakan KPM di Gayo Lues
Kehadiran mahasiswa dari Kampus STAIN Gajah Putih tersebut diharapkan dapat membantu visi misi Bupati/Wakil Bupati Galus di bidang keagamaan.
Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rasidan | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues (Galus) M Amru meminta Keuchik (Penghulu) di dua puluh tujuh desa dienam kecamatan di kabupaten itu untuk memperlakukan mahasiswa dari kampus STAIN Gajah Putih Takengon kabupaten Aceh Tengah yang melaksanakan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) selama dua bulan lebih kurang di Galus tersebut dengan baik.
Hal itu disampaikan Bupati Galus M Amru, pada acara penyambutan mahasiswa STAIN Gajah Putih di Balai Musara Blangkejeren, Selasa (25/2/2020) kemarin dihadapan para Penghulu dari 27 desa dan para camat dari 6 kecamatan di kabupaten tersebut.
"Mahasiswa yang melakukan kegiatan KPM di 27 desa tersebut harus diperlakukan dengan khusus dan diberikan pelayanan dan tempat tinggal yang baik oleh para Penghulu di desa itu, bahkan kehadiran mahasiswa dari Kampus STAIN Gajah Putih tersebut diharapkan dapat membantu visi misi Bupati/Wakil Bupati Galus terutama dibidang keagamaan,"sebutnya.
Sementara secara terpisah, salah satu Dosen STAIN Gajah Putih Takengon, Panetir Bungkes, kepada Serambinews.com, Rabu (26/2/2020) mengatakan, mahasiswa yang sedang melaksanakan KPM di kabupaten Galus tersebut sebanyak 410 orang mahasiswa yakni 326 orang perempuan dan 84 orang laki-laki yang terdiri dari lima program studi atau fakultas dan tujuh jurusan dari kampus STAIN Gajah Putih Takengon tersebut.
Kelima program studi dari kampus STAIN Gajah Putih yang melaksanakan KPM di Galus tersebut yakni fakultas (program studi) Ilmu Al-qur'an Tafsir, fakultas Komunikasi Penyiaran Islam, Hukum Tata Negara, Perbangkan Syariah dan Ekonomi Syariah yang terdiri dari tujuh jurusan.
"Mahasiswa yang mengikuti KPM di Galus itu terdiri dari tujuh jurusan tersebut yakni jurusan Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Manajemen Pendidikan Islam," sebutnya.(*)
• Terpisah Selama 15 Tahun, Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Akhirnya Bertemu Ibu Kandung
• Segera Tangkap Harimau di Subulussalam, Pihak BKSDA Sebut Petugas Sudah Berangkat dari Banda Aceh
• Istri Hamil Tua, Ayah Malah Perkosa Anak Kandung hinggal Hamil Muda, Korban Dicekik Agar Tak Meronta
• Berikut Rekam Jejak Kasus Narkoba Vitalia Sesha, Ternyata Pernah Bikin Kapolsek Sampai Ditegur Tito
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-stain-gajah-putih-di-gayo-lues.jpg)