Minggu, 26 April 2026

Petani Pakai Baju Bekas Pupuk, Protes Pupuk Subsidi Dikurangi 50 Persen

Sejumlah petani mendatangi DRPD Jember memprotes pengurangan pupuk subsidi sebanyak 50 persen Senin (2/3/2020)

Editor: Muhammad Hadi
(KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADI)
ketua HKTI Jember Jumantoro saat menempel keluhan kekurangan pupuk dengan memakai baju dari bekas bungkus pupuk subsidi di DPRD Jember 

SERAMBINEWS.COM – Sejumlah petani mendatangi DRPD Jember memprotes pengurangan pupuk subsidi sebanyak 50 persen Senin (2/3/2020).

Ada yang memakai baju dari bekas bungkus pupus sebagai bentuk protes.

Selain itu, membawa tumpeng sebagai simbol ketahanan pangan.

“Hari ini, kami bersama petani menyampaikan informasi pupuk subsidi yang terjadi di Jember,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro, kepada Kompas.com, di DPRD Jember.

Mereka ditemui oleh anggota Komisi B DPRD Jember.

Jumantoro memakai baju dari bekas bungkus pupuk non-subsidi.

VIDEO - Indonesia Positif Corona, Presiden Jokowi Sebut Pasien Terlibat Kontak Dengan WNA Jepang

Kemudian, memasang tulisan jangan biarkan petani matai suri, gara-gara pupuk subsidi dikurangi.

“Ini sebagai bukti bahwa petani belum siap menggunakan pupuk non-subsidi,” tutur dia.

Sebab, harga pupuk non-subsidi jauh lebih mahal, yakni mencapai tiga kali lipat dari pupuk subsidi.

Dampak kekurangan pupuk subsidi itu akan mengurangi jumlah produksi panen padi tahun ini.

Selain itu, kesejahteraan petani juga akan menurun.

“Alasan pupuk tersebut dikurangi karena dialihkan ke luar pulau Jawa,” tutur dia.

Padahal, Jawa merupakan lumbung padi nasional, tapi pupuk subsidinya dikurangi.

Tahun 2019 lalu, Jember mendapat alokasi pupuk subsidi urea sebanyak 90.000 ton.

Jadwal Berangkat Seratusan Calon Jamaah Umrah Abdya Ditunda, Cegah Virus Corona

Namun, tahun 2020 dikurangi menjadi 49.000 ton.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved