Berita Aceh Singkil
Singkil Lama Kota yang Hilang, Bukti Peradaban Tersisa: dari Alquran Antik hingga Piring Anti Basi
Ketika Kota Pelabuhan Singkil Lama, di sebelah barat Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, diterjang gelombang dahsyat sekira tahun 1890-an.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yusmadi
Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Rumah mewah milik pedagang Cina, Belanda, India dan pengusaha Timur Tengah, rata dengan tanah.
Ketika Kota Pelabuhan Singkil Lama, di sebelah barat Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, diterjang gelombang dahsyat sekira tahun 1890-an.
Bencana alam itu menghancurkan peradaban Kota Pelabuhan Singkil Lama.
Pada masanya Singkil Lama, merupakan kota pelabuhan maju. Sehingga menarik bangsa Eropa dan Asia menetap di sana.
Bukti majunya peradaban masa lalu Singkil, itu terlihat dari benda-benda berharga yang ditemukan di sisa reruntuhan Kota Singkil Lama.
Mulai dari Al Quran antik berukuran mini, piring anti basi, guci, pot bunga serta botol buatan Eropa. Diyakini benda-benda itu milik orang kaya pada masanya.
Benda sisa kejayaan Singkil Lama itu, menjadi koleksi Admi penduduk Desa Ujung, Kecamatan Singkil.
Al Quran mini, Admi temukan sekitar 20 tahun lalu atau empat tahun sebelum gemapa tsunami Aceh di sekitar muara Singkil Lama. Muara Singkil Lama, terletak di sebelah barat Singkil, masa kini.
Ukuran Al Quran sekitar dua centi, menggunakan sampul tinta emas. Tulisan dalam Al Quran, masih sangat jelas terlihat. "Saya temukan dalam guci tembaga terbungkus kain warna merah sekitar 20 tahun lalu," kata Admi, Senin (2/3/2020).
Admi mengaku tak sengaja menemukan benda antik itu. Ia hanya mencongkel tanah ketika melihat ada guci tersembul dari permukaan tanah.
"Quran saat ditemukan lembab, saya jemur Alhamdulillah kering," katanya.
Termotivasi dengan temuan Al Quran mini, Admi lantas kembali menelusuri jejak Kota Singkil Lama, yang hilang ditelan gelomba dahsyat. Penulusaran itu dilakukan masih sebelum gempa tsunami Aceh 2004.
Dalam petualangannya ia menemukan barang antik lain, seperti guci, botol, pot bungan dan piring anti basi. "Piring anti basi setelah saya coba taruh nasi sampai dua hari tak mau basi," jelasnya.
Benda-benda temuan dari Kota Singkil Lama, itu menjadi koleksi pribadi Admi yang mengaku tak pernah bosan melihatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/guci-yang-dikoleksi-admi-penduduk-ujung-kecamatan-singkil.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/al-quran-mini-yang-ditemukan-admi-penduduk-ujung-singkil.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/botol-bertuliskan-amsterdam-yang-ditemukan-admi-penduduk-ujung.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/piring-anti-basi-yang-ditemukan-admi-penduduk-ujung.jpg)